Jumat, 28 Agustus 2026

Tiongkok Bangun Kapal Induk Nuklir Raksasa, Saingi Dominasi AS di Lautan

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Jumat, 7 Maret 2025 | 15:36 WIB
Pembangunan kapal induk bertenaga nuklir yang digadang-gadang mampu menyaingi kapal perang AS.
Pembangunan kapal induk bertenaga nuklir yang digadang-gadang mampu menyaingi kapal perang AS.

China - Tiongkok terus memperkuat armada angkatan lautnya dengan membangun kapal induk bertenaga nuklir yang digadang-gadang mampu menyaingi kapal perang kelas Nimitz dan Ford milik Amerika Serikat.

Citra satelit terbaru menunjukkan pembangunan kapal induk raksasa ini di fasilitas pembuatan kapal Dalian, menandakan bahwa Beijing semakin serius dalam menantang dominasi maritim Washington.

Mengutip laporan NBC News pada Jumat, 7 Maret 2025, kapal induk baru tersebut tampaknya memiliki kemampuan meluncurkan serangan mendadak dari empat bagian dek penerbangannya, yang menjadikannya lebih canggih dibandingkan kapal induk Tiongkok sebelumnya.

Dengan kemampuan mengoperasikan jet tempur generasi kelima Chengdu J-20 serta berbagai platform tempur lainnya, kapal induk ini diharapkan dapat meningkatkan daya tempur Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN).

Pada tahun 2024, Tiongkok resmi memiliki armada laut terbesar di dunia, dengan jumlah kapal perang yang melampaui milik Amerika Serikat.

Diperkirakan, pada tahun depan, PLAN akan mengoperasikan sekitar 400 kapal. Tetapi, dalam hal jumlah kapal induk, AS masih lebih unggul dengan sebelas kapal induk bertenaga nuklir yang memungkinkannya memproyeksikan kekuatan ke berbagai wilayah laut secara efektif.

Beijing, yang saat ini hanya memiliki tiga kapal induk, Liaoning, Shandong, dan Fujian, berambisi untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

Para analis memperkirakan bahwa kapal induk nuklir baru ini akan menjadi langkah besar dalam mencapai keseimbangan kekuatan di lautan.

Fujian, kapal induk terbaru Tiongkok yang baru-baru ini bergabung dalam layanan PLAN, merupakan kapal perang kelas Tipe 003 yang dirancang oleh Galangan Kapal Jiangnan.

Dibandingkan dua pendahulunya, Liaoning dan Shandong, Fujian jauh lebih besar dan lebih canggih.

Liaoning sendiri merupakan kapal bekas kelas Kuznetsov Rusia yang diakuisisi lebih dari sepuluh tahun lalu, sementara Shandong menjadi kapal induk pertama yang sepenuhnya dibuat di dalam negeri.

Selain kapal induk bertenaga nuklir, Beijing juga diduga tengah mengembangkan kapal induk tanpa awak.

Citra satelit yang diambil dari galangan kapal di Sungai Yangtze menunjukkan adanya prototipe kapal perang dengan desain unik, termasuk dek penerbangan yang lebih rendah.

"Prototipe reaktor di Leshan adalah bukti kuat pertama bahwa Tiongkok, pada kenyataannya, sedang mengembangkan kapal induk bertenaga nuklir," ungkap laporan Associated Press.

Beberapa analis berspekulasi bahwa kapal ini bisa saja didesain untuk mengoperasikan kendaraan udara tak berawak (UAV), mengikuti tren global dalam penggunaan drone militer. Jika benar, hal ini akan menjadikan Tiongkok sebagai salah satu negara pionir dalam pengoperasian kapal induk tanpa awak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Elon Musk: 20 Tahun Lagi Kerja Cuma jadi Hobi

Sabtu, 22 November 2025 | 20:15 WIB

Trump Ancam Rusia dengan Rudal Tomahawk

Senin, 13 Oktober 2025 | 19:09 WIB

Elon Musk Pamerkan Robot Tesla Optimus

Sabtu, 4 Oktober 2025 | 19:55 WIB

Elon Musk Berpotensi Jadi Triliuner Pertama di Dunia

Sabtu, 6 September 2025 | 21:22 WIB

Mengapa Turki Mulai Produksi Massal Tank Tempur..

Sabtu, 6 September 2025 | 21:05 WIB

Rusia Bakal jadi Penengah Konflik Israel-Iran

Sabtu, 14 Juni 2025 | 14:15 WIB

Terpopuler

X