Jumat, 28 Agustus 2026

Analisis Ahli soal Gempa Venezuela: Mirip Perulangan Sejarah 200 Tahun Lalu

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Senin, 29 Juni 2026 | 10:13 WIB

RAKYAT SULTRA.id - bencana gempa bumi besar yang terjadi hampir bersamaa Bencana kemanusiaan berskala katastropik atau sangat merusak tengah melanda Venezuela utarn, atau dikenal sebagai fenomena doublet earthquake, dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.430 jiwa. Guncangan beruntun bermagnitudo 7,2 dan 7,5 ini meluluhlantakkan pusat kota dalam hitungan detik.

Otoritas parlemen nasional setempat mengonfirmasi situasi di lapangan terus memburuk. Selain korban meninggal dunia yang melonjak tajam, tercatat 3.200 orang mengalami luka-luka, 3.100 warga kehilangan tempat tinggal, serta 68.900 orang dilaporkan hilang oleh keluarga mereka di bawah reruntuhan bangunan.

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Dr. Daryono, menjelaskan bahwa karakteristik gempa kembar ini memiliki daya rusak yang luar biasa karena efek akumulatifnya.

"Bahaya utama dari gempa doublet terletak pada akumulasi kerusakan struktural yang tidak terduga. Bangunan atau infrastruktur yang mungkin masih berdiri tegak namun sudah mengalami keretakan akibat gempa pertama, sering kali tidak lagi mampu menahan beban guncangan kedua," ungkap Daryono dalam analisisnya.

Kronologi Pukulan Beruntun 39 Detik

Bencana ini bermula pada Rabu, 25 Juni 2026, pukul 05:05 WIB (atau petang hari waktu setempat). Wilayah San Felipe di negara bagian Yaracuy menjadi titik awal petaka.

Gempa pertama dengan kekuatan M7,2 mengguncang pada pukul 18:04 waktu lokal. Belum sempat warga menyelamatkan diri, hanya berselang 39 detik kemudian, gempa utama berkekuatan M7,5 menghantam dengan episentrum yang berdekatan.

Daryono memaparkan, bencana ini dipicu oleh aktivitas pada Sistem Sesar Boconó–Morón–El Pilar. Zona ini merupakan sesar geser mendatar kompleks yang menandai batas pergerakan antara Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan.

Kerusakan Ekstrem dan Kota yang Lumpuh

Guncangan dilaporkan mencapai skala intensitas IX MMI, yang berarti masuk dalam kategori guncangan ekstrem. Kota Caracas dan negara bagian La Guaira menjadi wilayah terdampak paling parah.

Gedung-gedung bertingkat di kawasan padat seperti Los Palos Grandes dan Altamira dilaporkan runtuh rata dengan tanah. Selain pemukiman, infrastruktur vital seperti Bandar Udara Internasional Simón Bolívar mengalami kerusakan struktural serius yang memaksa seluruh operasional penerbangan dihentikan total.

 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Elon Musk: 20 Tahun Lagi Kerja Cuma jadi Hobi

Sabtu, 22 November 2025 | 20:15 WIB

Trump Ancam Rusia dengan Rudal Tomahawk

Senin, 13 Oktober 2025 | 19:09 WIB

Elon Musk Pamerkan Robot Tesla Optimus

Sabtu, 4 Oktober 2025 | 19:55 WIB

Elon Musk Berpotensi Jadi Triliuner Pertama di Dunia

Sabtu, 6 September 2025 | 21:22 WIB

Mengapa Turki Mulai Produksi Massal Tank Tempur..

Sabtu, 6 September 2025 | 21:05 WIB

Rusia Bakal jadi Penengah Konflik Israel-Iran

Sabtu, 14 Juni 2025 | 14:15 WIB

Terpopuler

X