kriminal

KPK Pamer Gelar 11 OTT Sepanjang 2025, Tangkap Wakil Menteri, Gubernur, Bupati, hingga Jaksa

Selasa, 23 Desember 2025 | 10:49 WIB
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (tengah) bersama ayahnya H.M. Kunang (kanan) dan pihak swasta Sarjan (kiri) dihadirkan saat konferensi pers penahanan usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

Proyek tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp 126,3 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan tahun anggaran 2025.

Selanjutnya, OTT keempat digelar di wilayah Jakarta pada 13 Agustus 2025. Operasi ini menyasar jajaran PT Inhutani V.

Dalam perkara tersebut, KPK menetapkan tiga tersangka, yakni Direktur Utama PT Inhutani V Dicky Yana Rady, Direktur PT Paramitra Mulia Langgeng Djunaidi, serta staf perizinan SB Grup bernama Aditya.

 

Ringkus Wamenaker Immanuel Ebenezer 

OTT kelima dilakukan pada 20 Agustus 2025 dengan menyasar Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan.

KPK melakukan operasi tangkap tangan di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan terkait dugaan praktik korupsi dalam proses sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Dalam kasus ini, selain Immanuel Ebenezer yang akrab disapa Noel, KPK juga menetapkan 10 orang lainnya sebagai tersangka.

OTT keenam dilakukan KPK dengan menyasar Gubernur Riau Abdul Wahid pada 3 November 2025. Dalam operasi tersebut, KPK menetapkan Gubernur Riau Abdul Wahid sebagai tersangka.

Selain Abdul Wahid, tersangka lainnya adalah Tenaga Ahli Gubernur Riau Dani M. Nursalam serta Kepala Dinas PUPR PKPP Provinsi Riau M. Arief Setiawan. Ketiganya diduga terlibat dalam praktik pemerasan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Selanjutnya, OTT ketujuh digelar di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada 7 November 2025.

KPK mengamankan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo Agus Pramono, Direktur Utama RSUD Harjono Ponorogo Yunus Mahatma, serta seorang pihak swasta bernama Sucipto.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap pengurusan jabatan, suap proyek pekerjaan di RSUD Ponorogo, serta penerimaan gratifikasi lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

OTT kedelapan dilakukan di Kabupaten Lampung Tengah pada 9 Desember 2025. Dalam giat penindakan tersebut, KPK menjaring Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya bersama tiga orang lainnya.

Mereka diduga terlibat dalam kasus suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah.

OTT kesembilan berlangsung di Tangerang, Banten, pada 17 Desember 2025. Dari operasi tersebut, KPK mengamankan seorang jaksa berinisial RZ. Namun, penanganan perkara jaksa yang bersangkutan dilimpahkan KPK kepada Kejaksaan Agung.

 

OTT ke-10 digelar sehari kemudian, yakni pada 18 Desember 2025, di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.

Halaman:

Tags

Terkini