Alias SKM
BAUBAU- Keberangkatan para calon penumpang melalui kapal PT Pelni dengan menggunakan dokumen hasil swab tes antigen dan sertifikat vaksin sebagai syarat utama keberangkatan nampaknya dijadikan lahan bisnis oleh sejumlah pihak.
Menjadi lahan bisnis yang menjanjikan membuat sejumlah pihak berlaku curang dengan memalsukan dokumen tersebut.
Dalam video yang beredar, seorang calo tiket kapal PT Pelni, Arman dihadapan pihak kepolisian mengaku telah memalsukan dokumen para calon penumpang kapal yang hendak melakukan pelayaran menuju Sorong, Papua Barat.
Dari 26 penumpang kapal yang diamankan di pelabuhan Sorong, Papua Barat itu sepenuhnya memiliki surat keterangan vaksinasi tahap pertama.
"Kalau surat vaksin tahap satu saya prin di warnet. Sementara kalau dokumen swab test antigen itu dari 26 Penumpang cuma 18 penumpang saja yang melakukan test antigen sementara sisanya itu tidak diswab tapi ada suratnya," tuturnya.
Kata dia, hasil swab test antigen tersebut diperoleh pihaknya dari salah seorang petugas kesehatan pelabuhan Murhum Kota Baubau.
Di mana dari dokumen tersebut kemudian pihaknya membagikan kepada seluruh calon penumpang untuk dapat melakukan pelayaran ditempat tujuan.
"Namanya Ahmad, petugas kesehatan pelabuhan Murhum Kota Baubau yang kasih saya hasil swab itu. Kemudian saya berikan pada calon penumpang," tambahnya
Sementara itu, staf kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Murhum Kota Baubau, Alias SKM menjelaskan, pihak KKP tidak punya dasar dalam menerbitkan dokumen hasil swab test antigen kepada calon penumpang. Hanya saja, pihak KKP melakukan verifikasi dokumen para calon penumpang yang hendak melakukan pelayaran menggunakan kapal plat merah milik PT Pelni.
"Kalau swab itu di KKP tidak pernah menerbitkan itu. Jadi para calon penumpang ini mendapatkan dokumen hasil swab antigen yang memiliki barcode ada di sejumlah fasilitas kesehatan yang salah satunya adalah klinik dokter Riki yang tidak lain merupakan petugas di KKP itu sendiri," terangnya.
Dijelaskan, dalam memverifikasi dokumen calon penumpang kapal, pihaknya tentu melakukan secara screening barcode. Dimana dapat dipastikan seluruh data penumpang yang memiliki barcode sesuai dengan nama calon penumpang.
"Yang palsu itu bukan swab antigennya yang memiliki barcode melainkan surat keterangan telah vaksin tahap satu. Karena kalau barcode itu discreening oleh petugas kami dilapangan dan sesuai dengan nama calon penumpang dan itu semua sesuai," tutupnya. (m2/b/aji)