kriminal

Sikapi Mahasiswa di Sultra Diduga Banyak Terpapar Radikalisme, BEM FH UMK Gelar Dialog Kebangsaan

Senin, 28 Juni 2021 | 20:27 WIB
Muh. Agus Alvia S M Nur   KENDARI – Mahasiswa di Sulawesi Tenggara terlihat saat ini banyak yang secara tidak langsung tertular paham kelompok atau organisasi tertentu. Ini menyebabkan orientasi dan semangat mahasiswa bukan lagi untuk mempertahankan kesatuan dan keutuhan bangsa, tetapi menganggap negara dan pemerintah sebagai musuh sehingga mereka melakukan hal hal yang dapat merusak diri mereka dan orang-orang disekitarnya dengan doktrin-doktrin tertentu. Olehnya itu Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kendari (BEM FH UMK) hari ini, Selasa (30/6/2021), mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan konsep Dialog Kebangsaan di Aula Gedung Baru Lantai IV Universitas Muhammadiyah Kendari. Plt Ketua BEM FH UMK , Muh. Agus Alvia S M Nur mengatakan dialog kebangsaan kali ini untuk menjawab segala permasalahan kebangsaan yang menggorogoti bangsa Indonesia saat ini. Selain itu, agar mahasiswa khususnya mahasiswa fakultas hukum UMK bisa menjadi benteng pertahanan untuk meneguhkan rasa cinta dan kesadaran terhadap bangsa dan negara di dalam kehidupan sehari-hari. Agus menuturkan, pesertanya dikhususkan bagi mahasiswa fakultas hukum dan beberapa mahasiswa di luar fakultas hukum dalam lingkup kampus Universitas Muhammadiyah Kendari. Pihaknya pun menghadirkan empat narasumber yakni ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Sultra, Pimpinan Wilayah Nahdatul Ulama Provinsi Sultra, Kepala LPPM IAIN Dr. Abdul Gaffar. M. Th. I, dan Dekan Fakultas Hukum UMK. Dia berharap dengan terselenggaranya kegiatan ini, para mahasiswa fakultas hukum Universitas Muhammadiyah Kendari pada khususnya dan seluruh mahasiswa dan pemuda pada umumnya, agar tetap memiliki keyakinan dan kesadaran di dalam dirinya bahwa Ideologi kita adalah Pancasila yang sudah bersifat final, yang diharapkan oleh founding father kita sebagai pondasi dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dan kita harus menangkis serta melawan siapapun yang mencoba mengganti ideologi pancasila,” harapnya. Agus menambahkan, nantinya mahasiswa mampu menjadi penggerak untuk mencegah paham-paham di dalam masyarakat yang tidak sejalan dengan nilai-nilai dalam pancasila. “Nantinya, mahasiswa mampu memberikan pemahaman di dalam masyarakat dan lingkungannya bahwa pancasila merupakan ideologi yang tidak bertentangan dengan agama manapun serta pancasila merupakan instrumen sebagai perekat bangsa Indonesia.,” tandasnya. (p2/b/aji)

Tags

Terkini