kriminal

Polisi Gagalkan Penyelundupan 89 Kg Sabu ke Kendari

Selasa, 20 April 2021 | 02:41 WIB
Ilustrasi

-
Ilustrasi BONE — Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat bersama Ditresnarkoba Polda Sulsel menangkap tiga orang terduga bandar narkoba di Bone, Minggu (18/4/2021) subuh dini hari. Penangkapan terduga pelaku di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, tepat di simpang empat tak jauh dari Kantor Bea Cukai. Satu pelaku meninggal dunia. Jenazahnya saat ini berada di Rumah Sakit Yasin. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan mengatakan, penangkapan di Bone dilakukan oleh BNN RI, diamankan barang bukti tujuh karung. “Jumlah totalnya kurang lebih 89 kg sabu-sabu,” katanya. Saat ini kata dia, tim masih bekerja untuk pengembangan, dan satu tersangka dilumpuhkan. Ditembak mati karena melawan petugas. Satunya lagi telah diamankan. “Informasinya dari Parepare dibawa ke Bone dan mau dibawa ke Kendari. Ini pengiriman via jalur laut. Saat ini masih dikembangkan. Saat ini masih didalami asal barangnya,” bebernya. Sebelumnya, penangkapan pelaku yang membawa sabu 89 Kg berlangsung dramatis. Dimana, lokasi penangkapan di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur. Dilansir sulselekspres.com, sebelum penangkapan, mobil petugas sudah menunggu di depan pintu masuk Pelabuhan Bajoe. Ada pula mengikuti mobil pelaku dari belakang. Petugas yang menggunakan mobil Kijang Inova dari arah pintu masuk Pelabuhan Bajoe mengadang mobil pickup pelaku yang ingin masuk ke Pelabuhan Bajoe dengan saling bertabrakan. Saat penangkapan terdengar lebih 20 kali tembakan. Warga yang menyaksikan diminta untuk masuk ke dalam rumah. Terduga bandar Sabu Internasional, Houston Jumadi Amrullah (26) warga Sidrap tapi kini menetap di rumah istrinya di Kota Parepare ditembak mati pasukan gabungan BNN, Mabes Polri dan Bea Cukai di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur pada Minggu, (18/04/2021) dinihari. Modus pelaku dalam menjalankan aksinya membawa 7 karung sabu disimpan di mobil kemudian ditutupi sayur-sayuran. “Saya melihat polisi mengambil 7 karung barang bukti dari mobil. Polisi berpakaian sipil mengatakan kalau itu sabu-sabu. Sementara pelaku ada tiga, satu ditangkap pas lompat dari mobil, satunya lagi lari ke belakang kantor Bea Cukai itu ditembak mati. Saya juga melihat ada perempuan diatas mobil pick up itu tapi dia tidak lari,” kata salah seorang saksi, Ardian. Adrian menambahkan, dia mendengar bunyi tembakan lebih 20 kali pada saat penangkapan serta benturan keras. Saksi mata lain, Kahar (20) yang ditemui di lokasi membeberkan, seorang pelaku ditemukan petugas bersembunyi di kandang ternak kambing miliknya. “Saya sementara memasak, kemudian terdengar ada ribut-ribut di bawah rumah tepat di dalam kandang kambing. Pas turun mengecek senjata meledak empat kali dan seorang pria mengalami luka pada dua kakinya ditarik sama polisi keluar dari kandang,” kata, Kahar. Berdasarkan informasi yang dihimpun pelaku dibuntuti petugas sejak meninggalkan pelabuhan Parepare menuju ke Pelabuhan Bajoe Bone dengan tujuan menyeberang ke Sulawesi Tenggara. Humas BNN Provinsi Sulawesi Selatan, Andis Suryandis yang dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Data belum ada masih dalam tahap pengembangan, saya juga menunju petunjuk dari Pak Kepala BNNP,” katanya. Pantauan sulselekspres.com, keluarga almarhum Houstan Jumadi Amrullah telah datang untuk mengambil jenazah keluarganya. Kerabat korban, Rusman yang ditemui di RS M Yasin Bone menuturkan pihak keluarga tidak meyangka bahwa yang ditembak BNN adalah ponakannya. Sebab, kemarin Houstan masih buka puasa istrinya dan dirinya. Rusman baru mengetahui keluarganya meninggal dunia setelah ditelepon oleh pihak BNN. “BNN menelepon bahwa keluarga sedang kritis. Tiga menit kemudian menelepon lagi menyampaikan meninggal dunia,” ucapnya. Jasad almarhum rencananya dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Sidrap. (p2)        

Tags

Terkini