kriminal

Pembangunan Gedung SMPN 1 Kusambi Diduga Syarat Masalah

Kamis, 25 Maret 2021 | 06:28 WIB
      Pembangunan gedung sekolah yang tak kunjung tuntas dikerja. Foto: Erik/Rakyat Sultra.   LAWORO - Mega proyek pembangunan gedung sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Kusambi Kabupaten Muna Barat (Mubar), cukup menyita perhatian publik. Pembangunan itu diduga syarat masalah. Jangankan pihak sekolah, Dinas Pendidikan setempat pun, tak tahu menahu soal pengerjaan enam gedung sekolah tersebut. Proyek pengerjaannya dinilai misterius, pekerjannya terhenti. Bahkan, anggarannya tak ditau, pun petunjuk tekhnis (juknis) tak dipegang. Hal itu, berdasarkan pengakuan kepala sekolah (Kepsek) SMPN 1 Kusambi La Haji S.Pd, M.Pd saat ditemui wartawan ini diruangannya. Ia mengaku, tak mengetahui soal pengerjaan gedung tersebut. Pastinya, pembangunannya itu bersumber dari Bantuan Sosial (Bansos) Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Provinsi. "Sepanjang yang saya tahu itu dari Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Provinsi. Saya tidak tahu juga berhenti. Saya tidak katakan itu mangkrak. Saya tidak tahu. Anggarannya juga saya tidak tahu. Juknis saya tidak baca," pengakuan Kepsek SMP 1 Kusambi, La Haji, Rabu (24/3/2021). La Haji mengatakan, pekerjaan serupa juga pernah dilakukan tahun 2018, yang diswakelola oleh kepala sekolah lewat usulan dinas terkait. Sebelum dibangun, dilakukan survei pada tahun itu. Pembangunan gedung sekolah yang tak kunjung tuntas dikerja. Foto: Erik/Rakyat Sultra. "Nah, saat ada pengerjaan lagi tahun 2019 dengan program enam ruang kelas plus pengerjaan paving blok, bukan lagi pihak sekolah yang tangani. Melainkan, telah dipihakketigakan," katanya. "Tahun 2020, dilanjutkan kembali. Itu ada lima gedung dikerjakan, ditambah renovasi masjid serta pagar. Tapi, pagar belum dikerja," kata La Haji menerangkan. Paling mengherankan, kata La Haji, tak diketahui kapan selesai pekerjaannya. Sementara, pembangunannya itu sempat terhenti pertengahan Oktober. "Kalau mulai dibangun itu, bulan Juli tahun lalu. Tidak ditau kapan selesai pekerjaannya. Tetapi, mereka masuk kerja disini, kami tahu. Sekarang mau dilanjutkan lagi, sudah ada bukti suratnya," jelasnya lagi, sembari memperlihatkan bukti surat, bahwa gedung tersebut mau dilanjutkan pekerjaannya. Karena pekerjaan yang tak kunjung tuntas itu, pihak sekolah mereka dirugikan. Proses belajar mengajar tak berjalan dengan baik. Tertatih-tatih. "Harapan saya supaya cepat selesai. Karena, sudah mengganggu proses belajar. Karena, gedung sekolah tidak layak, supaya dikerja tepat waktu sehingga bisa difungsikan tahun ajaran baru Juli ini. Karena sekarang, lokasi kita ini kumuh berantakan. Dikerjakan dengan baik sesuai waktunya. Sehingga, kami melangsungkan proses belajar mengajar berjalan nyaman," pintanya. Untuk diketahui, yang dikerja tahun ini, enam ruang belajar dengan dua gedung, satu gedung ruang guru berkapasitas dua ruangan, serta ruang aula. Termasuk, renovasi masjid serta pagar. (m1/b/aji)

Tags

Terkini