kriminal

Setahun Pemerintahan Prabowo, Kinerja Pemberantasan Korupsi Jerat Noel hingga Nadiem, Pulihkan Keuangan Negara Rp 1,7 Triliun

Senin, 20 Oktober 2025 | 08:37 WIB
Tersangka kasus korupsi pemerasan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang juga Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau Noel. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

Dalam bidang pencegahan, KPK terus memperkuat berbagai instrumen yang sudah ada. Upaya tersebut mencakup pelaporan gratifikasi, kewajiban penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), serta pengukuran Indeks Integritas Nasional.

“Pada prinsipnya setiap upaya pemberantasan korupsi oleh KPK adalah untuk mendukung perwujudan pemerintahan dan ekosistem masyarakat yang bersih serta menerapkan prinsip-prinsip antikorupsi, yang berujung pada peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Sementara, Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan komitmen Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam melakukan reformasi hukum di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan, selama satu tahun pemerintahan berjalan, Kejagung tidak hanya berfokus pada tindak pidana korupsi, tetapi juga memperkuat kinerja di bidang pidana umum dan penegakan hukum secara menyeluruh.

“Tentunya perannya seperti masyarakat ketahui, sebenarnya kalau kejaksaan itu perannya bukan hanya pidana khusus saja, bukan pemberantasan korupsi saja, tetapi ada peran-peran lain yang cukup penting juga dalam hal pidana umum,” tegas Burhanuddin.

 

Ia menambahkan, ribuan perkara pidana umum telah ditangani oleh Kejagung dengan prinsip penegakan hukum yang adil dan profesional. Ia menyadari, perhatian publik terhadap Kejagung kerap terpusat pada penanganan kasus korupsi. Namun, ia menegaskan bahwa fokus lembaganya kini pada perkara-perkara yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat luas.

“Banyak perkara-perkara kita yang kita ungkap, bukan kita tidak bicara lagi mungkin jutaan, tidak lagi bicara miliaran, tapi sudah bicara triliunan. Tetapi bukan itu yang kami maksudkan. Banyak perkara korupsi yang menarik perhatian masyarakat, yang ujung-ujungnya adalah berhubungan dengan hajat hidup masyarakat. Itu yang kami utamakan,” tutur Burhanuddin.

Lebih lanjut, Burhanuddin juga mengungkapkan bahwa Kejagung tengah menelusuri sejumlah perkara lama yang sebelumnya belum tersentuh. Ia memastikan, tidak akan ada tebang pilih dalam penegakan hukum terhadap siapa pun.

“Kalau niatan kami sebenarnya, siapapun ya kita akan sentuh,” pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini