RAKYATSULTRA.COM, RAHA - Kampanye pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Muna mulai 'memanas' dengan muncuatnya pernyataan-pernyataan politik yang 'menyerang' pribadi paslon ke ranah publik.
Menyikapi pernyataan tokoh politik Kabupaten Muna, La Ode Rifai Pedansa yang menyebut Cabup, LM Rusman Emba sebagai pembohong dan kasibu (bahasa Muna, artinya pencuri_red), Rusman memutuskan untuk menempuh jalur hukum, untuk mengungkap siap sebenarnya pembohong dan kasibu yang dimaksud oleh tokoh pendiri PDIP tersebut.
"Saya akan tempuh jalur hukum supaya kita tahu siapa sebenarnya pembohong dan kasibu yang dimaksud,"tegas Rusman. Mantan senator DPD RI ini mengaku berat hati dan terpaksa meladeni Rifai Pedansa dengan menempuh jalur hukum karena pernyataan yang dilontarkan Rifai Pedansa saat kampanye di Wakadia telah menjadi konsumsi publik dan cenderung merugikan dirinya secara pribadi dan sebagai paslon. "Pernyataannya sudah sangat keterlaluan, mengatakan saya pembohong dan kasibu. Pernyataan itu hanya merendahkan dirinya sebagai tokoh,"geramnya.
Rusman sangat menyayangkan pernyataan La Ode Rifai Pedansa karena pernyataan tersebut dapat menimbulkan sentimen publik. "Sebagai orang tua kita berharap dia lebih bijaksana, jangan lakukan fitnah-fitnah yang kejam yang bisa menimbulkan sentimen di tengah-tengah masyarakat,"ujarnya.
Mantan Ketua DPRD Sultra ini menegaskan, dirinya tidak pernah berutang kepada La Ode Rifai Pedansa. Dia menjelaskan, yang dimaksud utang Rp 1,5 M tersebut yang digunakan saat pemenangan pilkada 2015, bukan uang pribadi Rifai, melainkan dana hasil konsolidasi seluruh tim pemenangan saat itu untuk memenangkan pasangan Rumah Kita dimana LM Rusman Emba sebagai cabupnya saat itu. "Saya tidak pernah berutang sama pak Rifai. Kalau dana Rp 1,5 M itu uang pribadinya perlu dipertanyakan, uang itu dari mana ?,"ucapnya.
Kemudian bicara soal komitmen politik, Rusman merasa menepati komitmennya dengan membantu keluarga Rifai Pedansa masuk dalam jabatan struktural di Pemkab Muna dan membantu memuluskan karir putranya di panggung politik PDIP. "Bicara komitmen politik, kita sudah impas, anaknya jadi Kepala BPBD Muna, anak-anaknya yang lain termasuk istrinya, semua dapat kegiatan. Sebenarnya saya berat untuk menyebut ini semua karena bukan karakter saya, tapi saya terpaksa karena beliau sudah keterlaluan,"pungkas Rusman Emba.
Kendati saat ini dirinya kerap 'diserang' Rifai Pedansa namun penghargaan dan kasih sayang Rumsan kepada Rifai Pedansa selaku orang tua tak pernah pudar. Suami Yanyi Setiawati Rusman ini mengaku akan selalu ikhlas untuk memaafkan setiap kata-kata yang dilontarkan Rifai kepadanya, meskipun perkataan itu adalah fitnah.
Dalam momentum politik pilkada Muna 2020 ini Rusman meminta agar Rifai lebih banyak beristirahat dan menjaga kesehatannya. "Berilah kesempatan politik itu kepada anak-anaknya sebagai kader yang akan mewarisi ketokohannya dalam dunia politik,"sarannya. (sra)