kriminal

Drama dan Fakta OTT di Koltim, KPK Telah Amankan Tujuh Orang dari Dua Lokasi

Jumat, 8 Agustus 2025 | 05:28 WIB
Plt Diputi Bidang Penindakan KPK Asep Guntur

Kendari, Rakyatsultra.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Kolaka Timur, Kamis (7/8/2025). Selain di Kolaka Timur, lembaga anti rasuah itu juga menggelar operasi senyap di dua daerah lainnya yakni di Sulawesi Selatan dan Jakarta pada hari yang sama. Operasi tersebut terkait dengan penanganan satu kasus dugaan korupsi.

"Benar bahwa hari ini (Kamis) kami dari Kedeputian Penindakan melakukan tangkap tangan di beberapa tempat di daerah Sulawesi Tenggara, kemudian di Jakarta dan yang masih berlangsung di Sulawesi Selatan," ujar Plt Deputi Penindakan KPK Asep saat dikonfirmasi, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (7/8) malam.

Asep mengungkap tim penindakan beserta pihak-pihak yang diamankan di Jakarta telah tiba di kantor KPK dan yang di Sulawesi Tenggara sudah diamankan di Polda Sultra. 

"Tapi yang sudah sampai di sini (KPK) yaitu tim yang di Jakarta dengan kita membawa atau mengamankan 3 orang, kemudian tim dari Kendari atau Sulawesi Tenggara, kita mengamankan 4 orang," tutur Asep.

"Jadi. yang sudah ada berarti 7 orang sampai saat ini," sambungnya.

Sementara kegiatan di Sulawesi Selatan kata Asep masih belum rampung. Sayangnya, pihaknya tidak menyebutkan sejauh apa operasi yang masih berlangsung di Sulsel. 

Asep menuturkan OTT tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi peningkatan kualitas atau status rumah sakit dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe C. 

"Kemudian perkaranya terkait dengan DAK pembangunan rumah sakit, dana DAK pembangunan RS: peningkatan kualitas atau status RS," imbuhnya.

Jenderal polisi bintang satu ini menambahkan para pihak yang diamankan tersebut terdiri dari pihak swasta dan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Ya, penyelenggaranya nanti. Tadi saya belum cek ya, tapi yang jelas pasti ada. Pasti ada karena ini kan konsepnya penyuapan ya, dari swasta ke penyelenggara negara," ucap Asep. 

Fakta lain, beredar sebelumnya kabar jika KPK melakukan OTT yang melibatkan Bupati Koltim Abd Azis. Namun, saat operasi orang nomor satu Koltim itu tak berada di tempat. Karena Abdul Azis berada di Makassar, Sulawesi Selatan, mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem.

Kabar OTT yang menyeret Bupati Koltim itu mendapat respon Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni. Apalagi wakil Ketua KPK Johanes Tanak membenarkan jika terjadi OTT di Koltim yang menyeret-nyeret kadernya. 

Sahroni menyayangkan pola komunikasi KPK yang menurutnya menimbulkan kebingungan publik.

“Kenapa penegakan hukum harus dijadikan drama? Sangat disayangkan kalau drama ini dimainkan oleh institusi yang mestinya objektif,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini