kriminal

2 Fakta Terbaru Dokter Priguna Tersangka Kasus Pemerkosaan Anak Pasien, Sudah Menikah

Kamis, 10 April 2025 | 12:13 WIB
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan dan Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Surawan dalam ekspose kasus kekerasan seksual dengan tersangka Dokter Priguna Anugerah, di Mapolda Jabar, Ra

Bandung, Rakyatsultra.id - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat mengungkapkan fakta terbaru dokter priguna  Anugerah Pratama, dokter residen dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad) Kota Bandung.

Tersangka kasus oemerkosaan keluarga pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung itu memiliki kelainan seksual, yakni fetish.

Dokter Priguna mempunyai ketertarikan seksual terhadap orang pingsan.

“Fantasinya senang melihat orang yang pingsan,” kata Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jabar Kombes Pol Surawan saat dikonfirmasi, Kamis (10/4/2025).

Fakta kedua, Kombes Surawan menuturkan bahwa tersangka sudah menikah kurang lebih tiga bulan dan belum mempunyai anak.

Pihaknya tengah menunggu hasil pemeriksaan psikologi dari tim psikologi forensik untuk memperkuat hasil pemeriksaan mengenai kecenderungan tersangka memiliki kelainan seksual.

 
 

Surawan mengungkapkan, tersangka melakukan aksinya di sebuah ruangan di Gedung MCHC lantai 7 RSHS Bandung tanggal 18 Maret dini hari.

Dia mengatakan ruangan tersebut tergolong ruangan baru dan belum digunakan.

Saat peristiwa terjadi, sambung Kombes Surawan, pelaku menggunakan kondom. Pihaknya sudah mengamankan barang bukti sperma yang terdeteksi di lokasi dan sudah dibekukan. Selanjutnya akan dites DNA.

Surawan menambahkan korban saat ini sudah membaik, tetapi masih trauma.

Dia mengatakan, peristiwa itu bermula saat korban menemani orangtuanya yang tengah dalam kondisi kritis di RSHS Bandung.

 

Saat itu, orangtuanya diminta untuk melakukan transfusi darah. Anehnya, transfusi darah dialihkan kepada anaknya tersebut.

"Anaknya tuh enggak tahu tujuannya apa-apa, kemudian dibawa ke ruang yang baru," ungkap Surawan. 

Tags

Terkini