Sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Konawe menggelar aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati hari anti korupsi sedunia.
UNAAHA - Sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kabupaten Konawe menggelar aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati hari anti korupsi sedunia yang jatuh tiap 9 Desember.
Awalnya, masa aksi berorasi di perempatan tugu adipura. Selanjutnya sekitar pukul 10.00 WITA langsung menuju di depan Gedung DPRD Kabupaten Konawe. Terakhir, di Mapolres Konawe.
Aksi damai dari ormas tersebut disambut baik oleh Kapolres Konawe AKBP Wasis Santoso SIK dan para pejabat utama (PJU) Polres Konawe.
Salah satu tuntutan masa aksi yakni mendesak Polres Konawe untuk segera menyelesaikan persoalan-persoalan hukum yang ada di Konawe.
Masa juga mengapresiasi Polres Konawe karena telah mengungkap dugaan kasus penipuan dan penggelapan rekrutmen calon Tenaga Kerja Lokal (TKL) yang akan bekerja di Perusahaan industri PT VDNI dan PT OSS di Kecamatan Morosi.
Salah satu masa aksi Aljan Indraprasta dalam orasinya menyampaikan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Dimana, diketahui bernama bahwa calo dari prekrutan TKL di Morosi tidak hanya satu orang tetapi masih banyak.
Kata dia, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa bersama almarhum Gusli Topan Sabara pernah menyampaikan kepada seluruh masyarakat Konawe bahwa putra daerah tidak akan ada lagi menganggur atau sulit mencari kerja. Karena saat ini sudah ada perusahaan besar yakni VDNI dan OSS di Konawe.
"Namun adanya PT VDNI dan OSS di Morosi, kami masih saja sulit untuk bekerja disana dengan hadirnya orang orang tidak bertanggung jawab ini. Dimana, kalau mau masuk kerja kami harus membayar dengan nilai jutaan rupiah untuk bekerja disana," ucapnya.
"Kami harapkan kepada Kepolisian dalam hal ini Polres Konawe untuk usut tuntas kasus penipuan prekrutan calon TKL yang akan bekerja di Perusahaan industri terbesar se Indonesia timur itu," pungkas Aljan.
Sementara itu, Kapolres Konawe AKBP Wasis Santoso SIK mengatakan kepada seluruh masa aksi untuk sama sama membantu kepolisian mengawasi dan mengawal kasus tersebut. Wasis menegaskan akan mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar akarnya.
"Untuk rekan-rekan sekalian, jika ada yang merasa dirugikan dan mempunyai bukti agar segera melapor kepada kami. Dan untuk saat ini kami baru mengamankan satu orang tersangka dan kami masih melakukan pengembangan. Gerbang Polres Konawe terbuka lebar bagi rekan rekan, silahkan melapor, dan lengkapi dengan bukti, seperti bukti transfer dan lain-lain," tegasnya.
Mantan Kapolres Buton Utara ini menambahkan jika masih banyak oknum yang diduga menjadi calo yang belum di amankan karena belum adanya bukti. la meminta dukungan kepada seluruh elemen masyarakat, media serta lembaga untuk terus membantu mengawal dalam mengungkap kasus Penipuan dan penggelapan perekrutan CTKL di Morosi.
“Terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada kami pihak kepolisian untuk mengungkap kasus, ini, dan kami akan menuntaskan mengusut sampai tuntas,” tegasnya lagi. (cr2/b/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Senin, 13 Juli 2026 | 10:16 WIB
Kamis, 9 Juli 2026 | 13:33 WIB
Kamis, 2 Juli 2026 | 09:54 WIB
Kamis, 2 Juli 2026 | 09:44 WIB
Rabu, 1 Juli 2026 | 10:26 WIB
Minggu, 28 Juni 2026 | 18:22 WIB
Rabu, 24 Juni 2026 | 13:51 WIB
Senin, 22 Juni 2026 | 10:19 WIB
Jumat, 19 Juni 2026 | 18:50 WIB
Kamis, 4 Juni 2026 | 21:09 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 22:01 WIB
Jumat, 29 Mei 2026 | 22:44 WIB
Jumat, 29 Mei 2026 | 22:35 WIB
Senin, 25 Mei 2026 | 22:23 WIB
Senin, 25 Mei 2026 | 18:56 WIB
Sabtu, 23 Mei 2026 | 22:21 WIB
Rabu, 13 Mei 2026 | 20:07 WIB
Selasa, 5 Mei 2026 | 19:43 WIB
Rabu, 29 April 2026 | 16:34 WIB
Kamis, 23 April 2026 | 20:54 WIB