Jumat, 28 Agustus 2026

Kades Mata Baho Diduga Jual Mesin Bantuan Penerangan Lampu Warganya

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Senin, 5 Juli 2021 | 20:14 WIB
Nasmin salah seorang warga Desa Mata Baho saat menunjukan gulungan kabel sisa bantuan yang tidak dijual Anas di samping rumah tetangganya, Senin (5/7/2021). Foto: Karim/Rakyat Sultra.   LANGARA - Ulah Kepala Desa Mata Baho, Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Anas Arhum benar-benar membuat warganya geram. Betapa tidak, bantuan mesin lampu diesel yang digunakan untuk penerangan lampu warganya diduga ia jual. Kelakuan Anas Arhum yang menjual mesin diesel merek Yanmar, bantuan dari Dinas Pertambangan Konkep tahun 2014 itu diketahui melalui penuturan salah seorang warganya, Nasmin (46) saat ditemui di kediamannya di Desa Mata Baho, Senin (5/7/2021). "Mesin ini sudah lama dia (Kades Mata Baho) jual pak, yang tersisa tinggal kabel listriknya," bebernya sembari menunjuk kabel yang tergulung di bawah rumah tetangganya. Semestinya katanya, aset desa yang dihibahkan dari Pemerintah Konkep ini tidak dijual karena masih ada beberapa rumah warga belum teraliri listrik dari PLN Unit Langara. "Saya tidak tahu di mana dia jual pak, tapi katanya harga dari penjualan mesin ini dia pakai untuk memperbaiki mesjid tapi yang aneh mesinnya sudah lama dia jual sementara masjid baru diperbaiki tahun 2020," katanya. Hal senada diungkapkan warga desa lainnya, Hairil Anwar (43). Ia membenarkan bahwa mesin diesel dijual oleh Kades Mata Baho. Soal dia jual kemana? Dia belum mengetahui persis. "Iya, dia jual semua orang tahu pak tetapi tidak ditahu di mana dia jual," bebernya singkat. Secara terpisah saat dikonfirmasi Kades Mata Baho, Anas Arhum via WhatsApp mengakui, bahwa mesin tersebut benar ia jual ke warga Desa Wawolaa, Kecamatan Wawonii Barat. "Saya jual sama mas di Wawolaa harganya sepuluh juta," katanya. Sementara hasil dari penjualan mesin tersebut sambung Anas, ia gunakan untuk memperbaiki atap masjid yang direhab tahun 2020. "Saya jual tahun 2019 sesuai hasil musyawarah warga. Daripada mesin tidak digunakan lebih baik dialihkan ke masjid," kilahnya. (r2/b/aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X