Jumat, 28 Agustus 2026

Keluarga Korban Pencabulan Tuntut Keadilan di Polsek Abeli

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Selasa, 2 Juni 2020 | 13:31 WIB
Korban pencabulan yang menuntut keadilan di Polsek Abeli. KENDARI - Nasib nahas menimpa pria berinisial A (40) warga Kelurahan Sambuli Kecamatan Abeli Kota Kendari. Warga yang bekerja sebagai nelayan ini menuntut pihak Kepolisian Sektor Abeli agar segera mengusut pelaku pencabulan terhadap putrinya yang berusia 3 tahun empat bulan berinisial NA. A mengaku sudah melaporkan terduga pelaku pencabulan anaknya yang tak lain keluarganya sendiri ke aparat kepolisian. Sayangnya, pihak polisi belum juga menetapkan terduga pelaku sebagai tersangka dengan alasan belum cukup bukti. A bercerita petaka yang menimpa putri bungsunya itu pada 16 April 2020 siang. Saat itu, anak ketiganya sedang bermain di rumah mertuanya di Kelurahan Tondonggeu Kecamatan Abeli yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Di saat bersamaan terduga pelaku yang berusia 50 tahun juga berada di lokasi tersebut. Aksi bejat itu terendus saat ibu A mengantar anaknya buang air kecil ke kamar mandi. Waktu itu, anaknya merasa kesakitan dan meronta-ronta. Setelah dicek, ada bercak darah di celana korban. Karena curiga, ayah korban akhirnya membawa anaknya ke Puskesmas Abeli. Di sana, petugas medis menyatakan bahwa terdapat luka di alat vital korban. Saat di puskesmas, korban mengaku telah dicabuli oleh terduga pelaku yang tak lain paman dari ibu korban. Karena tak terima, ayah korban langsung melaporkan masalah itu ke Polsek Abeli pada 16 April 2020 malam. Karena sudah larut malam, polisi memerintahkan ayah korban melapor pada keesokan harinya pada 17 April 2020. Esok harinya, ayah korban kembali ke Polsek Abeli melaporkan masalah tersebut. Di sana, polisi mengarahkan agar anaknya divisum di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari. Hasil visum pun memastikan ada robekan di alat vital korban. Meski hasil visum itu sudah diserahkan ke Polsek Abeli, namun pelaku lagi-lagi belum juga diamankan. "Polisi mengaku belum mendapat alat bukti. Kami sudah berkali-kali datangi Polsek Abeli, tapi sampai sekarang belum juga ada titik terang. Saya ingin terduga pelaku diamanakan. Jangan dibiarkan berkeliaran," harap ayah korban yang didampingi keluarganya saat berbicara di hadapan jurnalis di Kendari , Selasa (2/6/2020). Ayah korban mengaku polisi sempat melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah mertua. Di sana anaknya sempat menunjuk terduga pelaku itu sebagai pelaku yang mencabulinya. Ayah korban mengaku sejak kejadian itu, anaknya mengalami perubahan drastis. Putri yang sebelumnya penurut tiba-tiba menjadi kasar. "Anak saya sempat mengalami tekanan psikologis. Makanya saya harap polisi segera mengusut kasus ini. Kasus ini sudah lebih satu bulan tapi belum ada kejelasan siapa pelakunya," akunya. Sementara itu, Kapolsek Abeli Iptu La Ode Arsanka membenarkan adanya laporan tersebut. Sejauh ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Namun dari pemeriksaan itu belum ada satu pun saksi yang menunjuk siapa pelaku pencabulan tersebut. "Makanya kami minta (kepada keluarga korban), kalau ada saksi yang bisa memperkuat keterangan korban, tolong sampaikan kepada kami biar kami bisa melakukan langkah hukum," bebernya. Hingga kini, pihaknya belum menemukan cukup bukti untuk menetapkan siapa tersangka dalam kasus ini. Meski korban sudah menyebutkan siapa terduga pelaku, namun Arsanka menegaskan kalau satu saksi dianggap belum cukup. Selama ini, pihaknya sudah memeriksa terduga pelaku. Namun terduga pelaku tidak mengakui perbuatan tersebut. "Makanya kami terus mengumpulkan alat bukti yang bisa mengarah kepada terduga pelaku," pungkasnya. (rir/aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X