Jumat, 28 Agustus 2026

Puluhan Juta Saldo Nasabah BRI Raib

Photo Author
Administrator, Rakyat Sultra
- Jumat, 28 Oktober 2016 | 11:00 WIB

KOLAKA, RSONLINE - Salah seorang nasabah BRI, Sudirman, mendatangi kantor unit Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kolaka untuk meminta pertanggungjawaban pihak BRI atas hilangnya saldo miliknya senilai lebih dari 87 juta rupiah.

Sudirman mengaku memiliki saldo sebesar Rp 88 juta di tabungannya. Namun tak kurang dari setengah jam, saldo miliknya hanya tersisa Rp 57 ribu.

“Saya meminta pertanggungjawaban pihak BRI, karena jebolnya tabungan saya. Kalau sudah begini, tidak ada lagi keamanan untuk menabung di BRI, sebab tujuan kami menabung ke bank supaya dana kami aman," tandasnya.

Sudirman yang merupakan staf USN Kolaka menceritakan, kronologis raibnya tabungannya terjadi pada 6 September 2016 sekitar pukul 14.00 WITA. Saat itu ia ditelepon orang tak dikenal dengan nada marah. Karena tidak dikenal ia langsung memutuskan dan menonaktifkan handphone miliknya.

Tak lama kemudian, saat handphone miliknya kembali di aktifkan, orang misterius itu kembali menelpon dan meminta agar handphonenya tidak di matikan dengan alasan akan ada petir. Namun peringatan itu tidak dihiraukan ‎kemudian Sudirman kembali menonaktifkan jelang salat Ashar.

Saat menuju rumahnya, tiba-tiba handphone miliknya tidak bisa lagi diaktifkan. Ketika hal itu dikeluhkan Sudirman kepada istrinya, saat itulah istri Sudirman curiga dan meminta suaminya untuk mengecek saldo di ATM nya.

Pada saat mengecek saldonya di ATM BRI yang terletak di halaman kantor ‎Bupati Kolaka, Sudirman kaget karena tabungan yang sebelumnya sebesar Rp 88.040.007‎, ternyata tinggal Rp 57.750.20. Saat itulah ia langsung ke kantor unit BRI melaporkan saldonya yang tinggal Rp 57.750.20 sekaligus meminta ‎print out.

“Saat itu pihak bank mengatakan kalau mereka menunggu konfirmasi dari pusat. Karena jam kantor sudah mau tutup, saya diminta untuk kembali esok harinya," tuturnya.

Hasil print out memperlihatkan, sebelumnya saldo Sudirman berjumlah Rp 88.040.007‎. Kemudian terjadi penarikan pada pukul 14.10 ke rekening Muhammad Sidik sebesar Rp 35.200.000. Lalu pada pukul 14:18, terjadi penarikan ke rekening Mela Trisnawati sebesar Rp 47.275.007. Terakhir pukul ‎14:25 ke rekening 6013013313679511#201510699228#IBNK#TRFLA sebesar Rp 5.500.000, sehingga total dana yang raib sebanyak ‎Rp 87.982.507.

Pada tanggal (7/10), Sudirman kembali ke BRI unit untuk mempertanyakan hal itu. Namun jawaban pihak bank bahwa rekening tujuan sudah di blokir dan dananya sudah kosong. Bahkan yang membuat ia dongkol, karena salah seorang pegawai bank mengatakan padanya untuk menerima cobaan itu.

“Bahkan saya dibuat jengkel dengan jawaban pegawai bank yang bilang sama saya terima saja apa adanya‎," ungkapnya.

Karena tidak terima jawaban dari pihak BRI, Sudirman melapor ke Polres Kolaka pada tanggal (13/9) pukul 11.00 wita, dengan laporan polisi nomor TBL/254/IX/2016/Sultra/Res Kolaka, dengan laporan tindak pidana pencurian, yang diterima Kanit II SPKT Polres Kolaka, Aiptu Baktiar.

“Namun sampai hari ini belum ada kelanjutan dari laporan saya ke polisi," keluhnya.

Tidak berhenti sampai disitu, Sudirman kemudian bersurat kepada Pimpinan BRI cabang Kolaka tanggal (16/9), guna meminta pertanggungjawaban. Tapi surat itu baru dibalas Selasa, (25/10) oleh Kepala BRI Cabang Kolaka Sumarno melalui pesan SMS kalau pihaknya menunggu jawaban BRI Pusat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X