Jumat, 28 Agustus 2026

Geger, Seorang Remaja ditemukan meninggal Gantung Diri Di Buton Tengah

Photo Author
Sitti Asnawati, Rakyat Sultra
- Senin, 26 Mei 2025 | 13:46 WIB
Korban KN Saat Ditemukan meninggal tergantung di belakang rumahnya, Minggu (25/5).
Korban KN Saat Ditemukan meninggal tergantung di belakang rumahnya, Minggu (25/5).

Buton Tengah,Rakyatsultra.id - Seorang remaja laki-laki ditemukan tewas gantung diri di area belakang rumah yang berada di Desa kenapa-napa, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Minggu (25/5).

Remaja tersebut berinisial KN (20). Ia ditemukan meninggal oleh warga setempat dengan dengan posisi gantung diri. Polsek Mawasangka mendengar informasi tersebut langsung bergegas ke lokasi sekaligus melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Buteng melalui Kasi Humas, Iptu Thamrin membenarkan kejadian penemuan mayat dengan posisi tergantung di belakang rumah. Untuk korban nya inisial KN (20) warga Desa Kenapa-napa, Kecamatan Mawasangka.

"Kejadian itu terjadi pada hari minggu. Warga menemukan KN sudah tidak bernyawa dengan posisi tergantung di belakang rumah korban," ujarnya usai dikonfirmasi, Senin (26/5).

Iptu Thamrin melanjutkan, berdasarkan keterangan ayah korban pada saat pulang kerumah sempat mencari dan menanyakan keberadaan anaknya (KN). Hanya saja saat itu tidak ada yang mengetahuinya.

"Setelah mengecek di belakang rumahnya. Ayah korban kaget histeris melihat anaknya dalam posisi tergantung dan kemudian meminta pertolongan kepada warga setempat," ulasnya.

Sementara dari keterangan warga, Iptu Thamrin menuturkan bahwa korban KN ini baru beberapa hari melangsungkan pernikahan yang tergolong singkat dan tidak direncanakan dengan matang. Ditambah lagi usia korban masih tergolong sangat mudah.

"Untuk dugaan awal, karna umur korban relatif sangat mudah pada saat menikah. Kemungkinan korban ini mengalami tekanan psikologis dan gangguan emosional pasca menikah dan belum sepenuhnya siap menjalani bahtera rumah tangga," jelasnya.

Paska evakuasi korban tersebut, Iptu Thamrin menambahkan telah menyarankan keluarga agar dilaksanakan Otopsi secara menyeluruh untuk mengetahui lebih lanjut penyebab kematian korban. Namun keluarga menolak dan telah menerima dan mengikhlaskan apa yang terjadi merupakan kehendak Allah SWT. (rud).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sitti Asnawati

Tags

Terkini

X