Jumat, 28 Agustus 2026

Rachmat Gobel Jadi Saksi Perkara Korupsi Impor Gula, Apa Kaitannya?

Photo Author
Sitti Asnawati, Rakyat Sultra
- Kamis, 15 Mei 2025 | 14:03 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) periode 2014-2015 Rachmat Gobel dalam sidang pemeriksaan saksi kasus dugaan korupsi importasi gula di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (15/5/2025).
Menteri Perdagangan (Mendag) periode 2014-2015 Rachmat Gobel dalam sidang pemeriksaan saksi kasus dugaan korupsi importasi gula di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (15/5/2025).

Jakarta,Rakyatsultra.id-  Anggota sekaligus pimpinan DPR RI rachmat gobbel dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi impor gula yang menyeret Mendag periode 2015—2016 Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong) sebagai terdakwa.

Gobel dihadirkan JPU ke persidangan dalam kapasitas Menteri Perdagangan (Mendag) periode 2014—2015.

Pria berlatar belakang pengusaha itu hadir di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, pukul 10.30 WIB.

 

Adapun Gobel menjadi saksi pertama yang diperiksa pada sidang hari ini.

Selain Gobel, terdapat beberapa saksi lainnya yang akan turut diperiksa, antara lain mantan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardana serta mantan Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Lukita Dinarsyah Tuo.

Lalu, akan ada pula mantan Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdalifah Mahmud, mantan Ketua Induk Koperasi Kartika (Inkopkar) Mayor Jenderal TNI (Purn.) Felix Hutabarat, serta beberapa saksi lainnya dari pihak swasta.

Dalam kasus dugaan korupsi importasi gula di Kemendag pada tahun 2015—2016, tom lembong  didakwa merugikan keuangan negara senilai Rp 578,1 miliar.

Kerugian negara itu, antara lain karena menerbitkan surat pengakuan impor atau persetujuan impor gula kristal mentah periode 2015—2016 kepada 10 perusahaan tanpa didasarkan rapat koordinasi antarkementerian serta tanpa disertai rekomendasi dari Kementerian Perindustrian.

Surat pengakuan impor atau persetujuan impor gula kristal mentah periode 2015—2016 kepada para pihak itu diduga diberikan untuk mengimpor gula kristal mentah guna diolah menjadi gula kristal putih, padahal Tom Lembong mengetahui perusahaan tersebut tidak berhak mengolah gula kristal mentah menjadi gula kristal putih karena perusahaan tersebut merupakan perusahaan gula rafinasi.

 

Tom Lembong juga disebutkan tidak menunjuk perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk pengendalian ketersediaan dan stabilisasi harga gula, tetapi menunjuk Induk Koperasi Kartika (Inkopkar), Induk Koperasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Inkoppol), Pusat Koperasi Kepolisian Republik Indonesia (Puskopol), serta Satuan Koperasi Kesejahteraan Pegawai (SKKP) TNI/Polri.

Atas perbuatannya, Tom Lembong terancam pidana yang diatur dalam Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi  sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sitti Asnawati

Tags

Terkini

X