Jumat, 28 Agustus 2026

Sosok Pemimpin yang Dikagumi Banyak Orang Itu Telah Pergi! 

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Senin, 9 Agustus 2021 | 08:44 WIB
  UNAAHA - Masyarakat Kabupaten Konawe, merasakan kehilangan putra terbaiknya. Dia adalah mendiang Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara. Ia kembali kepelukan sang Rabb setelah seminggu lebih berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Gusli Topan Sabara menghembuskan nafas terakhir di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit (RS) Konawe, pada Kamis malam (5/8/2021). Jenazahnya disemayamkan di desa Baobao, Kecamatan Sampara, pada Jumat (6/8/2021), sekira pukul 09.00 Wita, persisnya di komplek makam Kapita Lau Sumoro (kakek Almarhum GTS). Masyarakat Konawe seolah belum siap kehilangan pemimpin yang dikenal tegas dalam menjaga marwah daerah. GTS adalah sosok yang selalu punya solusi atas sekelumit urusan-urusan pemerintahan bahkan di luar urusan pemerintahan. Dia juga tak pernah kenal lelah. Bicara aktivitas berkantor, almarhum GTS selalu menerima tamu manapun dan dari kalangan manapun. Dengan ikhlas ia terima tamu mulai pagi hingga malam hari. Pemimpin seperti GTS selalu berteman dengan siapapun tanpa melihat latar belakang orang tersebut. Ia pemimpin paling merakyat. Tradisi yang tak akan pernah dilupakan oleh masyarakat Konawe adalah ketika almarhum GTS menghadiri acara ia akan berjabat tangan dengan semua tamu undangan sebelum membuka kegiatan yang ia hadiri. Salah satu warga Konawe, Sitti Nurhayati Tahir bercerita tentang almarhum GTS. almarhum GTS tak ia kenal dekat. Namun ketika ia mencari pekerjaan dirinya memberanikan diri untuk menemui GTS. Kala itu, ia sangat takut untuk bertemu dengan mendiang Wakil Bupati Konawe itu. "Saya masuk di Satpol PP adalah hasil uluran tangan dia. Padahal saya tidak yakin kalau saya akan di terima di Satpol. Karena pada saat itu memang tidak ada penerimaan," ucapnya. Ternyata dengan sikapnya yang lemah lembut ketakutannya pun hilang. Kata dia, sosok GTS orangnya humble dan sederhana. "Saya langsung di tanya sama beliau, dan saya langsung cerita semua. Alhamdulillah malam itu juga beliau perintahkan operatornya untuk buatkan saya surat rekomendasi dri beliau untuk kantor. Tidak butuh satu bulan SK saya keluar," ungkapnya. "Ya...! Allah tanpa beliau saya tidak akan dapat pekerjaan ini. Jasamu dan kebaikanmu tidak akan pernah saya lupakan. Dia adalah sosok yang menghargai yang tua dan mengayomi yang muda," sambungnya dengan Isak tangis. Masih kata Siti, masyarakat bahagia dan bangga pernah di pimpin oleh GTS, kepergiannya pun ditangisi dimana-mana, mulai dari media sosial (medsos) hingga dunia nyata. "Selamat jalan pak GTS, meninggal di malam baik, semoga Allah menempatkan bapak di Surga," pungkasnya. Kesedihan juga turut dirasakan oleh Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa. Bupati KSK begitu sapaan akrabnya, menangis tersedu-sedu kala mengingat memori bersama almarhum semasa hidup. "Berapa tahun saya sama-sama beliau, tidak ada pikirannya selain yang terbaik untuk Konawe," kenang Kery Saiful Konggoasa, Jumat dini hari (6/8/2021), saat memberikan kata-kata penerimaan jenazah almarhum Gusli Topan Sabara di Kecamatan Sampara. Kery Saiful Konggoasa menuturkan, mendiang Gusli Topan Sabara merupakan sosok yang penuh komitmen dalam memajukan Konawe. Secara pribadi dirinya bahkan menginginkan Gusli Topan Sabara menjadi penerus estafet kepemimpinan di wilayah tersebut. "Beberapa bulan yang lalu kami cerita. Saya sudah bilang, saya titip dan percayakan kepada engkau (mendiang Gusli Topan Sabara) untuk menjadi Bupati berikutnya," akunya. Almarhum sosok yang punya ide serta terobosan dalam memajukan Konawe yang notabenenya satu dari empat pilar terbentuknya provinsi Sultra. Bupati Kery berjanji melanjutkan buah pemikiran mendiang Gusli Topan Sabara yang belum sempat dikerjakan semasa hidup. "Selamat jalan Wakil Bupatiku. Maafkan kalau ada kesalahan-kesalahan kita semua. Saya rindu kamu tapi Tuhan lebih menyayangimu," ucapnya. Sementara itu, Humas BLUD RS Konawe, Abu Bakar, menerangkan, diagnosa penyakit yang diderita mendiang GTS kepada dr Romi Sp.Anastesi yang juga Ketua tim perawatan Wabup Konawe. Katanya, tim perawatan Wabup Konawe hampir melibatkan semua dokter yang sudah memiliki keahlian masing-masing. Diantaranya, dokter jantung, ahli penyakit dalam, serta ahli paru. "Dari hasil konfirmasi, dr Romi sampaikan bahwa beliau menjalani perawatan Covid-19. Kalau penyakit lainnya belum bisa saya konfirmasi. Sebenarnya kami sudah janji sama pimpinan untuk konferensi pers. Cuma terus terang saya belum tidur dari kemarin malam. Dokter jaganya juga tadi terakhir saya cek masih urus pasien. Sementara Dirut BLUD RS Konawe belum kembali dari pemakaman," ungkap Abu Bakar, dikonfirmasi via selularnya. (cr2/b/aji) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X