Jumat, 28 Agustus 2026

Pelatihan Eco Enzyme Tingkatkan Kesadaran Pengelolaan Sampah Organik Masyarakat Desa Puuwonua

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Selasa, 14 Juli 2026 | 15:47 WIB

Konawe Utara, rakyatsultra.id – Masyarakat Desa Puuwonua, Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara, mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan eco enzyme yang dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2026 sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola sampah organik rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Pelatihan diawali dengan penyampaian materi oleh Ibu Junartin Teke, S.Si., M.Eng mengenai konsep dasar eco enzyme, yaitu cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayuran yang dicampur dengan gula merah atau molase serta air. Eco enzyme memiliki berbagai manfaat, antara lain sebagai pembersih alami, pupuk cair organik, aktivator kompos, hingga pengurang bau dan limbah organik. Berbagai program pengabdian masyarakat di Indonesia menunjukkan bahwa pelatihan eco enzyme efektif meningkatkan pengetahuan serta partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik. 

Dalam sesi praktik, peserta diajak membuat eco enzyme secara langsung menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari pemilahan sampah organik, penentuan komposisi bahan dengan perbandingan 1 bagian gula, 3 bagian limbah organik, dan 10 bagian air, hingga proses penyimpanan untuk fermentasi selama kurang lebih tiga bulan.

Narasumber menjelaskan bahwa pengolahan sampah organik melalui pembuatan eco enzyme merupakan salah satu bentuk penerapan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Selain mampu mengurangi volume sampah rumah tangga yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, eco enzyme juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kualitas lingkungan. 

Kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan partisipasi aktif seluruh warga. Dengan memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat, masyarakat diharapkan mampu menerapkan pola hidup ramah lingkungan sekaligus mendukung terciptanya desa yang bersih dan sehat.

Di akhir kegiatan, peserta membawa pulang hasil praktik sebagai bahan fermentasi yang akan dipanen setelah proses fermentasi selesai. Diharapkan pelatihan ini menjadi langkah awal terbentuknya kelompok masyarakat yang secara mandiri memproduksi dan memanfaatkan eco enzyme, sehingga mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 6 (Air Bersih dan Sanitasi), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim). 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Terpopuler

X