Jumat, 28 Agustus 2026

Kodim Kendari bersama Pemkab Konawe Panen Raya Perdana Padi Biotani 

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Kamis, 22 April 2021 | 09:39 WIB
Panen raya Perdana Padi Biotani oleh Kodim Kendari dan Pemkab Konawe.   UNAAHA - Komando Distrik Militer (Kodim) 1417 Kendari bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe melaksanakan panen raya padi dengan menggunakan penerapan paket teknologi Biotani di Desa Ahua Watu, Kecamatan Pondindaha, Konawe, (21/4/2021). Dikesempatan itu, Ketua kelompok Tajab menyampaikan, kelompok di Desa Ahua Watu berjumlah 22 orang. Sedangkan area persawahan seluas 33,5 hektare. Pada Panen padi ini merupakan panen pertama dengan menggunakan pupuk biotani. "Jadi Pada panen padi kali ini di Desa kami naik sekitar 10 karung gabah dari tahun sebelumnya," ungkapnya. Sementara itu, Komandan Kodim 1417/Kendari, Agus Waluyo menjelaskan dari tahun 2014 anggotanya dari Babinsa sudah melakukan pendampingan, terutama pada program pemerintah yakni pupuk biotani. Kata dia, Pada produksi pertanian atau panen padi ditahan sebelumnya ada yang kurang memuaskan. Sehinga ia menginstruksikan kepada Babinsa untuk melakukan pendampingan kepada para petani khususnya di Kecamatan Pondindaha. "Alhamdulillah ada peningkatan dari sebelumnya yang semula yang panennya hanya sekitar 5 ton perhektar sekarang bisa mencapai 8, 5 ton," jelasnya. Di tempat yang sama Komandan Koramil Wawotobi, Kapten Inf Salmar Gona mengatakan keunggulan dari pupuk biotani pertama ramah lingkungan, kemudian biayanya murah dan hasilnya meningkatkan, sehingga mudah dilakukan kepada seluruh petani di Wilayahnya. "Biasanya musim sekarang paling tinggi panen 5 ton. Namun pendamping yang kami lakukan Alhamdulillah hasilnya menjadi 8,5 ton," paparnya. Selain itu, Wakil direktur PT. Tunas Harmoni Abadi wilayah Sultra, La Ode Iksan Abidi menuturkan, kelompok tani yang menggunakan Paket teknologi biotani ada sekitar 40 kelompok, tersebar di wilayah Konawe. Kata dia, awalnya petani di Konawe hanya menghasilkan panen 3 sampai 4 ton per musimnya. Namun dengan adanya kerjasama paket teknologi biotani hasil panen naik sampai 8,5 ton. "Jadi kerja sama peningkatan seperti ini bisa dilanjuti sehingga bisa membantu hasil pertanian di Konawe," katanya. La Ode Iksan memaparkan, keunggulan paket teknologi biotani ada empat, yang pertama ramah lingkungan, mulai dari pupuk, pestisida dan punisida menggunakan organik. Kedua, biaya murah karena untuk satu hektare petani cukup mengeluarkan dana Rp1,3 juta sampai panen kalau menggunakan pupuk yang lain bisa Rp 4 sampai Rp5 juta. Selanjutnya yang ketiga pelaksanaannya mudah, untuk memberantas hama bisa sekaligus. Dan terakhir dapat memberikan jaminan garansi 100 persen. "Apabila pelaksanaan paket teknologi biotani tidak menghasilkan, kami dari penyedia memberikan garansi 100 persen uang kembali," pungkasnya. (cr2/b/aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X