Jumat, 28 Agustus 2026

Pemkab Konawe Ambil Alih Rekrutmen 3.000 Tenaga Kerja Lokal di VDNI Dan OSS

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Minggu, 21 Juni 2020 | 08:14 WIB
PT VDNI menyalurkan bantuan beras dan alat kesehatan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sultra dan Pemkab Konawe, Sabtu (20/6/2020).   KENDARI - Pemerintah Kabupaten Konawe akan mengambil alih perekrutan 3.000 tenaga kerja lokal di PT VDNI dan OSS. Hal itu disampaikan langsung wakil bupati Konawe Gusli Topan Sabara, usai penyerahan bantuan VDNI berupa 20 ton bahan pokok dan ratusan ribu alkes di kantor VDNI, Sabtu (20/6/2020). "Kita sudah sepakat tadi, pemerintah daerah dengan pihak Virtue dan OSS, bahwa untuk penerimaan 3000 Tenaga Kerja Lokal akan diambil alih oleh Pemkab Konawe dan akan melibatkan Dinas Tenaga Kerja, dan Catatan Sipil (Capil) serta saya sendiri sebagai ketua tim perekrutan karyawan VDNI dan OSS," ungkap mantan ketua DPRD Konawe tersebut. Gusli menjelaskan, sesuai perintah Bupati Konawe bahwa Kantor Capil Pemkab Konawe tidak lagi mengeluarkan surat domisili, untuk memastikan warga Konawe sepenuhnya bisa terakomodasi mendapat pekerjakan di VDNI dan OSS. "Kita akan terapkan prosedur dengan ketat, sehingga Pemerintah Kabupaten Konawe mengambil alih perekrutan untuk 3000. Yang pertama dulu kita prioritaskan tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kapoiala, Kecamatan Bondoala dan Kecamatan Morosi, kemudian tujuh penyangga dan 18 pendukung," sebutnya. Sementara itu External Affairs Manager PT VDNI dan PT OSS, Indrayanto mengatakan PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) berkomitmen untuk menciptakan lapangan kerja bagi ribuan tenaga kerja lokal yang memiliki skil di bidangnya untuk bekerja di dua perusahaan asing tersebut. Kata dia, dengan adanya TKA yang akan datang nantinya, tidak menutup lapangan kerja untuk masyarakat lokal. Jumlah tenaga kerja lokal akan terus bertambah seiring berkembangnya proyek pembangunan 33 tungku smelter di perusahaan tersebut. Khusus untuk tenaga kerja yang bekerja di 33 tungku itu, VDNI dan OSS membutuhkan kurang lebih 3.000 hingga 4.000 karyawan lokal untuk bekerja sebagai tenaga operator, administrasi dan lainya, sesuai dengan skil yang diminta oleh perusahaan. (p2/b/aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X