Jumat, 28 Agustus 2026

Kabar Baik, Jalan di Morosi Akan Diaspal

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Minggu, 17 Mei 2020 | 14:59 WIB
Kepala BPJN XXI Kendari Yohanis Tulak T (kiri) dan Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Sultra Zulkarnaini (kanan) saat menjelaskan rencana pengaspalan jalan nasional di Morosi. Foto: Seplin/Rakyat Sultra.   KENDARI - Jalan nasional yang berada di pertigaan Pohara menuju Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe akan mendapat prioritas penanganan tahun ini. Rencananya, jalur tersebut akan diaspal secara bertahap. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari, Yohanis Tulak T memastikan anggaran pengaspalan jalan di sana sudah disiapkan. Dia tidak memungkiri pertigaan Pohara hingga jalur Morosi mengalami kerusakan parah. Karena itu, pihaknya akan melakukan perbaikan jalan tersebut agar mobilitas kendaraan bisa berjalan lancar. "Jadi untuk 2020 ini, ruas jalan tersebut yang akan diaspal secara bertahap. Selebihnya kami akan lakukan pemeliharaan. Nanti di tahun 2021 kita akan lanjutkan pengaspalan jalan lagi. Karena (kalau kita mau mengaspal) 17 kilometer (panjang jalan di sana), tentu keuangan negara menjadi terbatas," bebernya. Meski mengalami kerusakan, namun jalur ini memiliki lalu lintas yang cukup padat karena adanya aktivitas pertambangan di Kecamatan Morosi. Selain itu, armada dump truk atau angkutan logistik bahan bakar minyak dan bahan bangunan yang melintas mengalami overload dan over dimensi. "Makanya kami terus melakukan koordinasi dengan pihak lain supaya tonase kendaraan yang melintas jalur pertigaan Pohara dan Morosi betul-betul dibatasi," ungkapnya. Ia berharap masyarakat tetap bersabar terhadap kondisi jalan nasional di Morosi. Ia juga menginginkan supaya kendaraan yang melintas di sana tidak overload dan over dimensi. "Kalau overload maka itu akan mengganggu pengerjaan jalan yanh kita lakukan dan kalau over dimensi akan mengganggu keselamatan masyarakat," bebernya. Dalam kesempatan ini, Yohanis juga berharap adanya dukungan dari pihak investor tambang di Morosi untuk menangani segmen jalan yang melayani angkutan logistik, pembangunan dan operasional (BBM, bahan bangunan dan lain-lain) dengan konstruksi permanen sesuai kapasitas armada angkutan logistik mereka. Saat ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan stakeholder seperti Dinas Perhubungan, Direktorat Lalu Lintas Polda Sultra serta Balai Transportasi membahas masalah jalan nasional itu. "Harapan kami, setelah lebaran ada pembatasan yang tegas yang dilakukan pihak stakeholder terhadap tonase kendaraan yang melintas. Karena percuma jalan itu dikerjakan kalau kendaraan yang melintas overload dan over dimensi. Kami tentu akan sangat terganggu saat pengaspalan nanti kalau kendaraan yang overload dan over dimensi masih lalu-lalang terus di situ. Makanya kami berharap bantuan pihak stakeholder lainnya agar pengaspalan jalan di sana berjalan lancar. Solusi yang bisa diambil bisa saja ada penutupan jalur di situ (bagi kendaraan yang overload dan over dimensi) pada jam-jam tertentu. Kalau kendaraan over load dan over dimensi dipaksa masuk, kita akan terganggu," jelasnya. Saat ini, pihaknya mewaspadai penambahan kerusakan jalan tersebut. Sebab pada Juni 2020, intensitas hujan bisa saja lebih tinggi. "Kalau intensitas hujan tinggi, jalan di sana tentu akan tergenang air. Tapi kami berharap itu tidak terjadi," ungkapnya. Yohanis mengaku tidak akan menyalahkan siapa siapa terkait kerusakan jalan di pertigaan Pohara hingga ke Morosi. Namun ia mengajak para stakeholder untuk saling koordinasi, edukasi dan sosialisasi seperti melakukan pembatasan dimensi truk yang melintas di jalur tersebut. Selain membeberkan mengenai penanganan jalan nasional di Morosi, Yohanis juga menyinggung pembangunan jalan yang mengalami longsor di Pohara. Menurutnya penanganan longsoran di Pohara akan dilanjutkan dengan paket pekerjaan pada 2020. "Kami juga akan mengadendum sebagian dana untuk melanjutkan perbaikan longsoran di Pohara," jelasnya. Menurutnya longsoran di Pohara saat ini telah dipasangi jembatan darurat dan akan terus mereka tangani. Pihaknya juga telah melakukan pembatasan tonase kendaraan yang melintas dengan beban maksimal sebanyak15 ton. Karena itu, kendaraan yang melewati tonase tersebut diminta untuk melewati jalur lain seperti ruas Ambaipua-Andepali-Pohara dan ruas Ambaipua-Motaha-Lambuya/Unahaa. Saat ini, pihaknya juga telah menyiapkan 10 posko di jalan nasional dalam rangka menghadapi Idulfitri. Di posko itu, pihaknya menyiapkan alat berat untuk menangani infrastruktur jika mengalami kerusakan. (rir/aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X