Postingan Yus di Grup Facebook Perubahan Konawe Kepulauan.
LANGARA - Pandemi virus Corona disease atau Covid-19 tidak hanya membuat resah namun membuat gaduh di tengah masyarakat. Desa Tapumbatu Kecamatan Wawonii Utara (Wanut) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) misalnya, Kepala desa (Kades)nya diterpa isu menyunat honor perangkat desanya.
Isu pemotongan honor perangkat itu diketahui melalui postingan salah satu akun facebook atasnama Yus di group Perubahan Konawe Kepulauan, Selasa (28/4/2020). Pada postingan itu ia menuliskan bahwa Kades Tampumbatu memanfaatkan situasi dengan adanya Covid-19.
"Fakta..Kades TAPUMBATU memanfaatkan situasi dengan adanya Covid-19..honor perangkat desanya dipotong 3 jt/orang, pemotongan dengan alasan pembelian sabun anti bakteri dan masker..sementara kta semua sama2 tau berapaji harga sabun tersebut," cuit Yus di beranda group perubahan Konawe Kepulauan.
Tulisan Yus itu mendapat banyak tanggapan dari Nitizen, ada yang menanggapi postif ada juga menanggapi dengan memberikan masukan. Seperti akun atasnama Irwan memberikan tanggapan bahwa Kades harus bisa memberikan klarifikasi.
"Kades hrs bz klarifikasi istilah pemotongan ataukah kesepakatan. klo pemotongan scr sepihak dan dipaksakan untuk kepentingan pribadi kades maka para peragkat desa bz melaporkan kadesx krn itu tindakan sewenang-wenang. tp klo itu menjadi kesepakatan bersama teman2 perangkat desa, itu hak mereka...apalagi klo uang itu digunakan tepat sasaran..misalx beli Sembako untuk dibagikan kpd warga d bln ramadhan..maka ini bz menjadi program kepedulian yg INOVATIF krn turut berkotribusi memberi solusi atas dampak Covid-19...asal disertai bukti2 kesepakatan tsb dan bz dipertanggungjawabkan pemanfaatanx," Irwan menanggapi.
Sementara itu Kepala Desa Tapumbatu Kecamatan Wawonii Utara Sudarmin saat dikonfirmasi, Kamis (30/4/2020) membenarkan perihal pemotongan honor perangkat desanya. Tapi besaranya tidak seperti yang dituliskan dalam postingan Yus di Facebook yakni tiga juta rupiah.
"Iya benar saya potong. Tapi itu bukan Rp 3 juta, cuma Rp 1 juta, untuk insentif RT yang saya bentuk di desa dari sepuluh perangkat itu saya potong satu juta, totalnya Rp 10 juta kemudian saya pakai gaji lima RT masing-masing dua juta satu RT," singkatnya. (r2/b/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Senin, 24 Agustus 2026 | 12:04 WIB
Senin, 17 Agustus 2026 | 22:32 WIB
Jumat, 31 Juli 2026 | 18:26 WIB
Kamis, 30 Juli 2026 | 22:09 WIB
Senin, 20 Juli 2026 | 20:49 WIB
Selasa, 14 Juli 2026 | 15:47 WIB
Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:27 WIB
Rabu, 8 Juli 2026 | 14:12 WIB
Senin, 6 Juli 2026 | 12:17 WIB
Minggu, 5 Juli 2026 | 22:30 WIB
Selasa, 30 Juni 2026 | 18:35 WIB
Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:10 WIB
Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB
Selasa, 23 Juni 2026 | 19:16 WIB
Selasa, 23 Juni 2026 | 18:52 WIB
Selasa, 23 Juni 2026 | 18:44 WIB
Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:40 WIB
Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:04 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 18:39 WIB
Selasa, 9 Juni 2026 | 14:42 WIB