UNAAHA - Intensitas hujan yang mengguyur wilayah Sulawesi Tenggara khususnya Kabupaten Konawe beberapa hari ini mengakibatkan banjir disejumlah wilayah Konawe. Beberapa wilayah bahkan mengalami banjir terparah.
Wilayah yang mengalami banjir terparah yakni Kecamatan Lambuya. Di wilayah ini ada dua desa yang parah yakni desa Watarema dan Waworaha. Akibat banjir ini, warga di dua desa ini terpaksa dievakuasi oleh Badan Nasional Penanggulanangan Bencana (BPBD).
Dibantu Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polres Konawe, Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB melakukan evakuasi. Tim penyelamat juga melakukan penyelamatan korban banjir dengan mengevakuasi ketempat aman yang telah disediakan.
Berdasarkan informasi dihimpun, BNPB berhasil mengevakuasi seluruh warga desa Watarema yang terkena dampak. Sementara di Desa Waworaha, TRC melakukan evakuasi tiga warga yang tenggelam. Dalam evakuasi ini, dua warga berhasil selamat sementara satu orang meninggal dunia.
Situasi evakuasi menegangkan ini terlihat dalam simulasi penanganan banjir BPBD Konawe, Rabu (13/12) di Bendungan Wawotobi. Uji penanganan banjir ini dilakukan untuk menghadapi situasi cuaca ekstrim kedepan. Kegiatan Uji Lapang ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Konawe, Parinringi. Pelaksanaan simulasi ini dilaksnakan selama dua hari, yakni Tanggal 12 dan 13.
Hadir dalam kegiatan ini, Kabag Ops Polres Konawe, Kompol Jufri Andi Singke bersama anggota, Perwira Penghubung Kodim 1417 beserta Danramil setempat, Kejaksaan Negeri Konawe, Kepala BPBD Konawe, Jahiuddin dan sejumlah kepala SKPD. Kepala BPBD Konawe, Jahiuddin mengatakan, dalam simulasi ini, pihaknya menekankan koordinasi dari tim penanggulangan bencana, kepada pemerintah daerah, dan beberapa instansi terkait, supaya ketika terjadi banjir, seluruh korban bisa segera dievakuasi.
"Intinya supaya kita semua, baik dari SKPD, pemerintah, masyarakat, dan instansi lintas sektor bisa cepat bertindak dan tangguh menangangi bencana banjir, dan yang terpenting, semua lintas sektor bisa terkoordinasi dengan baik, supaya tidak ada ego dan satu perintah, sehingga secepatnya dilakukan penyelamatan," katanya.
Simulasi itu sangat penting mengingat rutinitas bencana yang terjadi di Konawe adalah banjir, karena daerah lumbung beras diapit oleh dua sungai besar, yaitu sungai Konaweeha dan Lahambuti. (hdi/ian0