ANDOOLO - Setiap tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel) ikut dalam pelaksanaan lomba Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS). Kali ini, wilayah kegiatan lomba dilakukan di Kecamatan Buke Desa Pelandia.
Di ajang kegiatan tersebut Kabupaten Konsel optimis jika lomba P2WKSS ditingkat Provinsi Sultra akan dimenangkan. Sehingga, Konsel dapat mewakili Sultra diajang lomba P2WKSS tahun ini.
Sikap optimisme itu sebagaimana diungkap Wakil Bupati Konsel, Dr H Arsalim Arifin SE M.Si saat memberikan sambutan diacara tatap muka dengan tim penilai loma P2WKSS akhir pekan kemarin di Desa Pelandia Kecamatan Buke.
"Dengan upaya maksimal yang telah kami lakukan, saya optimis Konsel melalui Desa Pelandia oleh tim penilai akan didaulat menjadi yang terbaik dan akan mewakili Sultra di tingkat nasional," sambut Arsalim Sabtu.
Dirinya melihat perkembangan kemajuan desa utamanya melalui P2WKSS cukup signifikan di desa tersebut. Baik infrastruktur maupun potensi kerajinan lokal yang ada pasca ditetapkannya ini sebagai desa binaan yang akan mengikuti program P2WKSS.
"Kita target juara satu. Kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya terkait apa yang dinilai. mulai dari kesehatannya, lingkungannya, dan aspek lain yang berhubungan dengan lomba ini," ujarnya.
Sebelum mewakili Konsel diajang P2WKSS ini, pihaknya sudah persiapkan Desa Pelandia selama dua tahun dalam mewakili kabupaten.
“Desa inikan desa terbelakang, setelah kita intervensi mulai kelihatan hasilnya dan layak wakili daerah. Intinya sebenanarnya ini adalah mendorong peran perempuan dalam pembangunan keluarga sehat sejahtera," paparnya.
Dilain pihak Ketua Tim penilai lomba P2WKSS Sultra, Zuldin Kasim mengungkapkan, Pelaksanaan pembinaan Program P2WKSS memiliki sasaran utama yakni para Kader Desa, Tokoh Masyarakat, Toko Agama dan Seluruh Masyarakat dengan prioritas Program warga di desa masing-masing yang terpilih menjadi desa binaan.
"Bagaimana dapat mewujudkan kesejaterahaan keluarga bahagia seperti yang diharapkan masyarakat maupun pemerintah," ungkapnya.
Dikatakannya kriteria Penilaian dalam Lomba P2WKSS tersebut meliputi, Posyandu, Tanaman Obat Keluarga, serta Sepuluh Program Pokok PKK.
"Kemudian itu dijabarkan dengan melihat usaha peningkatan pendapatan warga binaan dengan memberikan keterampilan berbasis potensi lokal," sebutnya.
Untuk dibidang kesehatan lanjut dia, bagaimana warga menerima pembinaan Kader Posyandu, Pelayanan KB dan Penyuluh Kesehatan. "Begitu juga biidang pertanian yakni peran instansi terkait dalam memberikan stimulan dengan harapan warga mampu meningkatkan pendapatannya," nilainya.