Jumat, 28 Agustus 2026

Gubernur Sultra Sebut Kawasan Industri PT IPIP Bakal jadi Jantung Kemajuan Perekonomian Daerah

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Selasa, 6 Mei 2025 | 19:50 WIB
Suasana kegiatan kunjungan kerja Gubernur bersama Wagub Sultra di Kawasan Industri PT IPIP.
Suasana kegiatan kunjungan kerja Gubernur bersama Wagub Sultra di Kawasan Industri PT IPIP.

 

Kolaka, Rakyatsultra.id - Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjend TNI (Purn), Andi Sumangerukka, menyebut, kawasan industri PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) yang saat ini telah memasuki tahap konstruksi, bakal menjadi jatung kemajuan perekonomi daerah di Sultra khususnya di wilayah Kabupaten Kolaka.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Andi Sumangerukka, usai dirinya bersama Wikil Gubernur (Wagub) Sultra, Ir Hugua, melakukan kegiatan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kawasan Industry Baterai Lithium PT IPIP di Kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka, pada momen perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Sultra ke-61, akhir April lalu.

Kunkernya di Kawasan Industri PT IPIP tersebut, didampingi Wagub Sultra, juga Bupati Kolaka H Amri Jamaluddin, bersama unsur pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menyempatkan berdialog langsung dengan pimpinan dan manajemen PT IPIP,  serta meninjau langsung perkembangan/kemajuan pembagunan smelter di Desa Oko-Oko dan Desa Sopura, yang ditarget bakal beropersi diakhir tahun 2026 mendatang, dan akan menyerap sebanyak 50.000 hingga 100.000 tenaga kerja.

Dalam keterangan persnya, Gubernur Andi Sumangerukka, menyebut, kawasan industri PT IPIP ini bakal menjadi jatung kemajuan perekonomi daerah khususnya di Kolaka. Olehnya itu, dukungan Pemerintah dan masyarakat memiliki peran yang sangat penting dan strategis dan untuk mewujudkan percepatan pembangunan pabrik.

"Semua pihak harus bersama-sama mendukung PT IPIP. Dengan program strategis nasional melalui hilirisasi ini, akan mampu memberikan kesejahteraan untuk masyarakat, meningkatkan pendapatan Negara, serta menciptakan lapangan kerja, sehingga muaranya nanti Bangsa dan Negara kita akan semakin kuat," ujar Gubernur.

Mantan Danrem Sultra ini pun menegaskan, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi sangat mengapresiasi pencapaian pembangunan konstruksi PT IPIP. Ditambah lagi dengan pemberdayaan tenaga kerja lokal 70 persen dengan prinsip bisnis yang berbasis ramah lingkungan, tentu akan memberikan jaminan keamanan yang lebih kondusif.

"Perusahaan yang memiliki komitmen untuk menjaga kearifan lokal, jaminan pemberdayaan masyarakat untuk bekerja di PT IPIP, serta berkomitmen untuk menjamin pengelolaan lingkungan yang benar tentu harus kita dukung penuh," seru Gubernur.

Menurutnya, kemajuan pesat PT IPIP ini, akan memberikan dorongan baru bagi peningkatan industri di Sultra. Pemerintah Provinsi akan sepenuhnya mendukung proses pengajuan status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), mengoptimalkan lingkungan investasi, serta menarik modal dan teknologi global untuk berinvestasi di Sultra.

"PT IPIP segera dapat beroperasi sepenuhnya untuk menciptakan lapangan pekerjaan berkualitas tinggi, meningkatkan pendapatan pajak, serta mewujudkan manfaat ekonomi dan ekologi yang saling menguntungkan," ujarnya.

Orang nomor satu di Sultra ini pun berhaharap, dengan kebijakan sistematis akan mengatasi hambatan dalam pengembangan kawasan, serta memperioritaskan koordinasi sumber daya untuk memastikan kelancaran percepatan berdirinya pabrik PT IPIP.

"Kelompok Koordinasi Proyek Utama Nasional yang dibentuk Pemerintah Daerah Kolaka, secara sistematis akan menyelesaikan masalah agraria, hak atas tanah dan fasilitas infrastruktur," terangnya.

Politisi Partai Gerindra ini juga mengapresiasi praktik proyek PT IPIP yang menggunakan teknologi canggih, untuk mengubah slag mineral berkualitas rendah menjadi produk bernilai tambah tinggi.

"Terobosan teknologi ini tidak hanya mengatasi kendala dalam pemanfaatan sumber daya, tapi juga mampu mengurangi beban lingkungan melalui proses ramah lingkungan, menjadikannya sebagai acuan untuk pengembangan pertambangan yang berkelanjutan di Indonesia," tandas Gubernur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Terpopuler

X