“Dengan terpenuhinya kebutuhan pangan, maka siswa dapat belajar dengan bebas dan merdeka,” ucap Pj. Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto, saat membuka kegiatan di SMKN PP 5 Konawe yang lalu.
Andap Budhi Revianto menyebutkan, sayur-sayuran meliputi 1.004.269 bibit cabai, 902.788 bibit tomat, 370.000 bibit bawang, dan 461.428 bibit lainnya seperti jagung dan terong yang ditanam pada 1.089.027 wadah polybag.
Penanaman ini dilakukan secara serentak pada 418 sekolah yakni SMA, SMK, SLB, SMP dan SD di Sultra ini melibatkan 13.562 Guru dan 117.175 Siswa. Total luas lahan sekolah yang digunakan mencapai 719.645 m2.
Hasil program ketahanan pangan di sekolah nantinya akan dinikmati sendiri oleh lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
Selanjutnya, Andap menjelaskan penanaman bibit di sekolah akan membantu peningkatan kualitas tanaman. Masyarakat pun memiliki akses yang mudah terhadap ketersediaan pangan tersebut.
“Lahan sekolah harus dapat dimanfaatkan untuk kegiatan positif. Hasil panen akan dinikmati oleh masyarakat, terutama Guru dan Siswa, yaitu manfaat kesehatan dan juga ekonomis,” jelas Andap.
Dia menambahkan, kedepannya, hasil panen harus dipantau. Sehingga, pihak Pemprov dan sekolah yang terlibat bisa mengevaluasi keberhasilan dan kekurangan program yang sudah dilakukan.
Kadis Pendidikan Sultra, Yusmin mengatakan, penanaman serentak ini sebagai bentuk penanganan inflasi dan stunting yang saat ini tengah gencar dilakukan Pemerintah Nasional dan program prioritas presiden.
Dia mengungkapkan, program ini digagas sejak beberapa bulan sebelumnya. Menurut Yusmin, perjuangan awal menggagas lokasi Pertanian di wilayah ini terkendala irigasi dan sumber air.
Namun, dengan bantuan banyak pihak termasuk Dinas Pertanian Provinsi, pihaknya bisa membantu pengadaan 3 unit sumur bor.
“Kemudian, pengairan yang ada di Konawe, belum maksimal, kami berharap ada perhatian pemerintah Konawe agar ini bisa terlaksana. Tetapi, Atas kerjasama dengan semua pihak termasuk kabupaten, dinas Pertanian memberikan bantuan penggempuran tanah Tanah, berupa excavator,” tutup Yusmin. EDISI/RS