LABUNGKARI, Rakyatsultra.com – Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) tidak menyia-nyiakan potensi alam “Tanjung Buaya” yang ada di Desa Lasori, Kecamatan Mawasangka Timur (Mastim), sebagai wisata unggulan di daerah berjuluk negeri seribu gua itu.
Saat ini, wisata Tanjung Buaya yang akan menjadi destinasi wisata unggulan Kabupaten Buteng tersebut telah dipoles dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti Gazebo di beberapa titik untuk tempat beristrahat pengunjung.
Disebut “Tanjung Buaya” karena adanya batu besar yang menyerupai buaya sedang menganga di pinggir pantai menantikan makanan dari anak sungai (Kaumele) yang mengalir di pantai tanjung tersebut.
Di sekitaran batu yang menyerupai buaya itu, menjorok tebing-tebing indah melengkung di pinggiran pantai. Sementara pinggiran sungai yang bertaut dengan air laut membentuk bibir pantai dengan hamparan pasir putihnya yang halus.
Istri Meninggal, Ruslan Buton Dapat Izin 4 Hari Hadiri Pemakaman
Pertautan antara air laut dan air sungai tersebut sangat cocok dibangun resto apung. Sementara di atas punggung batu yang meyerupai buaya dan tebing-tebing yang menjorok ke laut bisa dibangun gazebo atau home stay mini. Di salah satu sudut tebing bisa dijadikan wisata mancing yang kebetulan banyak ikan bersiliweran.
Bupati Buteng H Samahuddin mengaku, untuk memoles “Tanjung Buaya” tersebut mernjadi wisata unggulan Kabupaten Buteng, pihaknya meminta dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) sebesar Rp 1 miliar.
“Pembuatan jalan setapak dan pembangunan beberapa gazebo ini menggunakan anggaran provinsi sekitar Rp 1 miliar lebih. Semoga tahun depan provinsi kucurkan lagi anggarannya untuk pengembangan fasilitas pendukung lainnya,” harap Samahuddin saat meninjau pembuatan gazebo dan jalan setapak Tanjung Buaya tersebut.
Ia juga mengharapkan pemerintah desa setempat mengalokasikan dana desanya untuk pengadaan lampu penerang di beberapa titik yang diperlukan, sehingga malam hari pun tidak sepi pengunjung. “Lampu penerangnya biar pakai panel tenaga surya,” tukasnya. (ik/alp)