RAHA, rakyatsultra.id - Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muna, La Ode Iskandar menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna agar tak menurunkan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) di Desa Wawesa.
Hal itu ditegaskan Iskandar menyikapi insiden kericuhan antara warga Wawesa yang menyegel Kantor Balai Desa Wawesa dengan puluhan personil Sat Pol PP yang diturunkan untuk membuka segel pada Senin (29/5).
"Sepanjang warga tak melakukan keributan disana (Wawesa_red), kami minta pemerintah daerah agar tak menurunkan Sat Pol PP di Wawesa, apalagi dalam jumlah banyak. Saya minta kepada Asisten I untuk menyikapi hal ini," tegas Iskandar.
Politisi PDIP ini meminta kepada seluruh warga Wawesa agar terus menjaga keamanan dan ketertiban bersama hingga persoalan Pilkades Wawesa dan Parigi terselesaikan.
"Saya kira waktu satu bulan menjadi masa tenang bagi kita semua untuk menyelesaikan persoalan pilkades Wawesa ini. Khusus untuk Desa Wawesa akan terus dalam pemantauan Komisi I, " tegasnya.
Kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Muna, Fajar Wunanto, Iskandar mendesak agar persoalan pilkades Parigi dan Wawesa segera dituntaskan sehingga proses pelaksanaan pembangunan di desa berjalan baik.
Terkait permintaan dan saran dari Komisi I DPRD, Asisten I Setda Muna, Bahtiar Baratu berjanji akan mengkoordinasikan hal ini dengan Kasat Pol PP Muna.
Sementara itu Kepala DPMD Muna, Fajar Wunanto meminta tempo satu bulan untuk menyelesaikan persoalan pilkades Wawesa dan Parigi.
Pasalnya, ia selaku kadis yang baru, butuh waktu untuk mempelajari dan melihat secara jelas kronologi persoalan ini secara komprehensif sehingga ia bisa melahirkan telaah yang akan diputuskan oleh pimpinan dalam hal ini Bupati Muna. RS