KENDARI, RSONLINE - Tim evaluasi PON XIX, sudah ditetapkan oleh SK Gubernur Sultra. Terkait evaluasi ini, Dr La Sawali, tidak masuk dalam tim. Sejumlah nama baru yang tidak pernah disebut sebelumnya, ditetapkan menjadi tim evaluasi PON XIX Jawa Barat.
Sebelumnya, Dr La Sawali sudah menyiapkan rancangan item dan standar evaluasi PON XIX. Dikatakannya pula, hasil evaluasi ini, mulai dari persiapan PON XIX hingga pelaksanaan, sudah dirangkum. Namun, dengan batalnya nama Dr La Sawali yang bertugas pada bagian Penelitian dan Pengembangan KONI Sultra, anggota tim evaluasi harus menyusun kembali standar evaluasi PON XIX.
Diketahui, anggota tim evaluasi berdasarkan SK Gubernur Sultra yakni, Primatola, Mochammad Idham Hatta dan Fajar. Anggota yang diketahui berasal dari Cabor yakni, Mochammad Idham Hatta. Sementara, Fajar dan Primatola, belum diketahui latar belakangnya.
"Jadi, itu SK berdasarkan SK Gubernur Sultra. Dr La Sawali tidak masuk, yaa Itu SK," kata Erycson Ludji, Rabu (26/10).
Sementara itu, Wakil Ketua KONI, Tasman Taewa, menyatakan saat evaluasi menjadi penting. Sebab, kedepan akan menjadi bahan belajar dan bertindak untuk mensukseskan PON XX Papua.
"Kedepan, kita tidak bisa belajar banyak jika tak ada evaluasi. Kita bisa tahu kelemahan dan kelebihan kita," kata Tasman Taewa.
Diketahui sebelumnya, sejumlah pengurus KONI meminta diadakan evaluasi mulai dari persiapan PON hingga pelaksanaan. Mulai dari persiapan peralatan, jadwal latihan dan piket, makanan, pencapaian atlet dan kondisi kontingen selama pelaksanaan PON XIX Jawa Barat. Item-item tersebut, kerap diributkan pengurus sebelum PON XIX.(r5/b/hum)