KENDARI, RSONLINE - Dosen Universitas Halu Oleo (UHO), Dr La Sawali, menyatakan tim silat Universitas Halu Oleo (UHO), harus lebih agresif. Pada setiap event lokal dan nasional, UHO memiliki potensi. Menurut La Sawali, UHO menyimpan banyak potensi pesilat potensial yang harus dibina terus menerus.
Menurutnya, hasil Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Silat Antar Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (Perti) VI tahun 2016 di Lampung, tim UHO tampil maksimal. Tim yang berada dibawah pengawasan pelatih Sartia dan Hendra Alimin ini, berhasil meraih dua medali perak dan dua perunggu.
Tetapi, dibanding tahun 2015, tim UHO sempat mendapat medali emas. Hasil di Kejurnas Silat Perti 2016, menurut Dr La Sawali, menurun.
"Kemarin di Lampung, kita sebenarnya bisa maksimal. Alasan tehnis, salah satu pesilat wanita sebenarnya bisa lebih baik. Namun ada kondisi nonteknik tapi sudahlah, intinya tim sudah berbuat yang terbaik," kata Dr La Sawali.
Diketahui, tim silat UHO mengirimkan sembilan pesilat, dua pelatih dan satu manager. Sembilan pesilat UHO ini yakni, La Ode Muhammad Fajar Alif, Selvi, Hernis Isabella Setyowati, Wiwik Nirwana Ara, Yuslan, Ricky Arismunandar, Yeni Parwati, Wa Ita, Yuni dan La Woro. Kesembilannya, dilatih oleh Sartia dan Hendra Alimin.
Dari kejuaraan yang diikuti puluhan Universitas di Indonesia ini, tim UHO bisa meraih empat medali. Dibanding event yang sama dua tahun sebelumnya, UHO hanya berhasil meraih satu medali perunggu.(r5/b/hum)