♦ Fasilitas Sekolah Masih Kurang
KENDARI, RSONLINE - Minimnya fasilitas di SMAN Keberbakatan Olahraga Provinsi Sultra berlawanan dengan rencana anggaran yang diusulkan pihak sekolah. Data yang dihimpun dari pihak sekolah, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) SMAN Keberbakatan Olahraga Provinsi Sultra tahun 2015-2016, hampir mencapai Rp900 juta.
Jumlah tepatnya, yakni Rp885,780 juta. Anggaran sebanyak ini, direncanakan untuk membiayai kebutuhan sembilan item kegiatan. Sembilan item kegiatan sekolah yang baru dua tahun berdiri ini, dianggarkan kebutuhan tranportasi siswa dan guru, kegiatan belajar mengajar, kebutuhan siswa dalam proses belajar, kesejahteraan guru dan pembinaan prestasi siswa.
Diketahui, Jumlah RAPBS tahun 2015-2016 yang didapat dari pihak sekolah ini, belum secara keseluruhan. Masih ada sejumlah item yang belum diketahui jumlahnya. Namun, pihak sekolah belum mau memberikan data yang dimaksud.
Jumlah RAPBS ini, berlawanan dengan kondisi fasilitas sekolah yang masih dikeluhkan siswa. Puncaknya, terjadi pada Senin (17/10). Saat itu, kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sultra, didatangi puluhan siswa SMAN Keberbakatan Olahraga Provinsi Sultra.
Siswa yang datang dengan menggunakan mobil yang disewa secara patungan, mengeluhkan fasilitas belajar yang minim. Diungkap siswa, kekurangan bisa dilihat dari sepatu latihan, alat latihan dan tidak adanya event lokal dan nasional yang diikuti siswa selama bersekoah. Uang saku yang dijanjikan pihak sekolah, malah belum diberikan. Siswa juga menanyakan fasilitas berupa transportasi yang tidak berfungsi dengan baik.
"Kita punya sepatu yang diadakan cepat rusak. Dipakai dua kali, langsung robek. Kita sebenarnya tidak mau mengeluh, tapi karena kondisi ini kita rasakan tiap hari, terpaksa kita bicara," kata Wahyu, salah satu siswa yang dikonfirmasi.
Sepatu yang dimaksud Wahyu, sempat ditunjukkan kepada Kepala Dinas Dikbud Provinsi Sultra, Damsid. Salah seorang siswa menyebut, sepatu tidak nyaman dan cepat rusak. Malah, sepatu ini terasa panas dan tidak nyaman dipakai untuk kegiatan outdoor. Damsid menyatakan, sepatu yang dimaksud siswa, dianggarkan tidak sesuai spek.
"Tidak sesuai spek memang, ini bukan sekolah biasa. Kedepan kita akan anggarkan," kata Damsid..
Diketahui sebelumnya, puluhan Siswa mendatangi kantor Dikbud Provinsi Sultra, Senin (17/10). Aksi ini, diduga buntut dari tidak puasnya siswa sekolah yang baru dua tahun berdiri itu. Malah, karena kondisi fasilitas sekolah yang minim, diduga belasan siswa terpaksa memilih keluar sekolah.(r5/a/hum)