publik

Program Repelita dan Gotong Royong di Korea Selatan

Jumat, 7 Februari 2025 | 20:52 WIB

Pemilihan umum Korea Selatan yang diselenggarakan 10 Mei 1948 Syngman Rhee terpilih sebagai presiden.
Sekaligus menjadi pertanda berdirinya Korea Selatan pada 15 Agustus 1948.

Sementara Korea Utara membentuk Republik Demokratik Rakyat Korea pada 9 September 1948. Kim Il Sung terpilih sebagai presiden.

Perang Korea

25 Juni 1950, Pasukan Korea Utara menyerang Korea Selatan mendapat dukungan dari Tiongkok dan Rusia.

Pasukan Korea Utara menduduki Seoul. Pasukan Amerika Serikat membantu diikuti oleh pasukan PBB, yang turut berperang di pihak Korea Selatan.

Gencatan senjata berlangsung pada 27 Juli 1953. Korea akhirnya terpisah. Korea Utara yang komunis dan Korea Selatan yang demokratis.

Ancaman komunisme dari Utara didukung Rusia dan Tiongkok terus berlangsung, sehingga sering terjadi pertempuran perbatasan.

Demonstrasi mahasiswa April 1960 meminta Presiden Rhee turun karena kecurangan pemilu.

Akhirnya Presiden Rhee dan kabinetnya bubar. Majelis Nasional kemudian memilih Yun Po-sun sebagai presiden dan Chang Myon sebagai perdana menteri.

Pemerintahan baru dan Partai Demokrat yang berkuasa tak mampu memulihkan kondisi perekonomian, politik, dan ancaman komunis dari Korea Utara.

Apalagi ketika itu pemerintahan sangat lemah, karena tidak tercapai kesepakatan tentang komposisi kabinet. Reshuffle kabinet tiga kali dalam lima bulan.

Masyarakat menuntut reformasi politik dan ekonomi. Karena takut ancaman dari Korea Utara.

Pada 16 Mei 1961, Mayor Jenderal Park Chun Hee kemudian melakukan revolusi militer.

Presiden Yun memberi legitimasi rezim militer, walau Perdana Menteri Chang menolak. Chang ditangkap Juli 1961.

Dalam pemilihan presiden Oktober 1963, Park Chung Hee menang.

Halaman:

Tags

Terkini

Pendidikan, Demokrasi, dan Kesejahteraan

Jumat, 24 Juli 2026 | 14:07 WIB

Matematika Langit Andi Sumangerukka

Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:06 WIB