Keputusan ini didasarkan pada perbedaan prioritas dan sistem perkebunan di masing-masing negara, dengan fokus pada komoditas, seperti karet, kelapa sawit, kayu keras, serta pulpwood dan firewood.
"Kami percaya bahwa dengan memahami konteks lokal, kami dapat memberikan pelatihan yang lebih relevan dan berdampak," kata Rival.