Teguh Ratno Sukarno.
KENDARI - Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kendari berhasil menyalurkan dana APBN kepada stakeholder senilai Rp 1.222.208.715.553,- atau 19,85 persen dari total pagu anggaran Rp 6.158.633.966.000 pada triwulan I tahun 2021.
Kepala KPPN Kendari, Teguh Ratno Sukarno mengungkapkan, penyaluran dana APBN triwulan I 2021, terdiri dari belanja pegawai dengan pagu anggaran Rp 1.738.099.643.000 dengan realisasi Rp 398.159.499.607 atau 23 persen, belanja barang dengan pagu anggaran Rp 2.221.995.230.000 dan terealisasi Rp 292.680.133.438 atau 13 persen.
"Untuk belanja modal dengan pagu anggaran Rp 2.191.806.993.000 dan terealisasi Rp 531.369.132.508 atau 24 persen, sedangkan belanja bansos dengan pagu anggaran Rp 6.732.000.000 untuk triwulan I 2021 belum terealisasi," ujarnya di Kendari, Jumat (9/4/2021).
Dia menuturkan, penyaluran dana APBN ini melebihi target penyerapan nasional untuk triwulan I 2021, yaitu 15 persen. Namun demikian, data KPPN Kendari masih terdapat 24 satuan kerja dari total 264 satuan kerja di wilayah KPPN Kendari dengan penyerapan 0 persen yang didominasi oleh beberapa satker dinas lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (dekonsentrasi).
“Sebanyak 24 satker belum realisasi alasannya menunggu SK pejabat pengelola keuangan dari pimpinan daerah, sehingga belum ada yang bertanggung jawab untuk melakukan pencairan APBN,” ucapnya.
Lanjutnya, APBN 2021 ditujukan untuk pemulihan ekonomi dan penguatan reformasi agar bersifat inklusif dalam meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat secara adil dan merata. Adanya vaksinasi Covid-19 diharapkan menjadi game changer dalam strategi Pemulihan Ekonomi Nasional.
Dia menambahkan, pemerintah mengidentifikasi beberapa faktor kunci yang mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional di 2021, misalnya memulihkan kepercayaan konsumen, mendorong daya beli, mereformasi iklim investasi, hingga meningkatkan ekspor.
“Pemerintah akan meneruskan program perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi serta membangun pondasi perekonomian ke depan melalui APBN tahun 2021,” tutupnya. (r5/b/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Rabu, 29 Juli 2026 | 10:51 WIB
Selasa, 30 Juni 2026 | 18:14 WIB
Rabu, 24 Juni 2026 | 14:03 WIB
Selasa, 23 Juni 2026 | 09:49 WIB
Senin, 22 Juni 2026 | 20:46 WIB
Minggu, 21 Juni 2026 | 18:00 WIB
Jumat, 19 Juni 2026 | 10:20 WIB
Jumat, 12 Juni 2026 | 13:16 WIB
Senin, 8 Juni 2026 | 11:32 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 13:03 WIB
Senin, 25 Mei 2026 | 16:56 WIB
Sabtu, 25 April 2026 | 13:50 WIB
Minggu, 19 April 2026 | 18:45 WIB
Rabu, 1 April 2026 | 22:20 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 | 20:58 WIB
Jumat, 13 Maret 2026 | 20:54 WIB
Rabu, 4 Maret 2026 | 19:13 WIB
Senin, 2 Maret 2026 | 19:58 WIB
Rabu, 25 Februari 2026 | 13:57 WIB
Rabu, 11 Februari 2026 | 08:20 WIB