KENDARI - Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Devisi Regional (Divre) Provinsi Sultra, La Ode Amijaya Kamaluddin menyebut, stok gula di Sultra masih ada 48 ton. Jumlah tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Sultra hingga Juni mendatang.
"Stok gula masih ada 48 ton. Masih bisa bertahan hingga Mei atau Juni 2018. Stok ini masih bisa bertahan hingga lebaran dan masa giling berikutnya. Stok tersebut berada di beberapa gudang penyimpanan Bulog di Kendari, Baubau, Raha, Unaaha, Kolaka, Kasipute, dan Ereke," ujar Amijaya, Jumat (19/1).
Dia menuturkan, distribusi gula di daerah paling banyak di Baubau dan Kendari. Untuk itu, dia mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir dengan stok gula. 48 ton itu masih memenuhi kebutuhan masyarakat Sultra. "Jangan khawatir kalau ada isu kelangkaan gula, karena kami sudah siapkan styok hingga lebaran nanti," ucapnya.
Jika masyarakat yang membutuhkan gula katanya, silakan datang ke Kantor Divre Bulog Sultra, apalagi harga yang disediakan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp12.500 per kilogram. "Saya sampaikan ke masyarakat manapun, pedagang kecil, sedang maupun besar, kalau butuh gula silakan datang ke Bulog. Akan kami layani dengan jumlah berapa pun," tuturnya.
Dia mengaku, penjualan gula pasir Bulog bermitra dengan Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di seluruh wilayah Sultra. "Dengan memanfaatkan RPK, pendistribusian atau penjualan gula pasir ini bisa menyentuh hingga warga yang ada di pelosok," tutupnya. (p9/b/aji)