politik

Ternyata Gelar Pahlawan Gus Dur Sempat Tertunda di Dewan Gelar Akibat TAP MPR

Kamis, 13 November 2025 | 08:59 WIB
Khofifah Indar Parawansa ketika menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan pada 1999–2001 bersama Gus Dur. (Humas Pemprov Jatim)

Faisol menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada dua tokoh besar yang menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia. 

“Ini membanggakan kita semua karena dengan rahmat Allah SWT, kita dapat hadir dalam acara tasyakuran atas dianugerahkannya gelar Pahlawan Nasional kepada dua tokoh besar yang menjadi pahlawan untuk kita semua,” tuturnya.

Faisol juga mengapresiasi peran MPR RI yang tahun lalu mencabut TAP MPR yang menjadi hambatan administratif bagi proses penganugerahan gelar pahlawan terhadap Gus Dur. 

 

“Tanpa langkah berani MPR RI, mungkin sulit bagi kita menyaksikan penganugerahan ini tahun ini. Kami juga berterima kasih kepada Sekretariat Jenderal DPR RI yang telah memfasilitasi seluruh prosesnya,” urainya.

Lebih lanjut, Faisol menekankan bahwa DPP PKB berkomitmen untuk terus memperjuangkan nilai dan ajaran yang telah diwariskan para pahlawan, khususnya dua tokoh besar yang baru saja dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

 

“Tanpa perjuangan panjang dan kebesaran jiwa serta  kepemimpinan Gus Dur yang  mampu menjahit kembali perbedaan suku, ras, dan agama di tengah proses reformasi, mungkin kita tidak akan berada di titik ini. Beliau memastikan bahwa NKRI tetap utuh, eksis, dan berdaulat,” pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini