Jumat, 28 Agustus 2026

Program PATEN Milik KIB Dinilai Bagus & Diharapkan Membumi

Photo Author
Agus Tohamba, Rakyat Sultra
- Kamis, 18 Agustus 2022 | 23:48 WIB
(Kiri ke Kanan) Ketua Umum PAN Zulkifli Hasah, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa
(Kiri ke Kanan) Ketua Umum PAN Zulkifli Hasah, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa

JAKARTA, rakyat sultra.id - Partai Golkar, PAN, dan PPP yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) meluncurkan Program Akselerasi Transformasi Ekonomi Nasional (PATEN) Penyampaian Visi dan Misi KIB dalam menghadapi Pemilu 2024 di Surabaya.

Pakar komunikasi politik dari Universitas Airlangga (Unair) Suko Widodo mengungkapkan apresiasi terhadap visi-misi tersebut. Meski demikian, KIB sepatutnya memperhatikan kondisi masyarakat akar rumput.

"Gagasan itu bagus memang. Saya lihat yang diundang para akademisi, rektor, pengusaha, tapi kan yang memilih masyarakat akar rumput yang pemikirannya tidak sampai pada globalisasi, inflasi, atau apalah. Mereka tidak mengerti," tegas Suko Widodo, Kamis (18/7/2022).

Widodo mengungkapkan kelemahan partai politik (parpol) secara umum adalah kemampuan dalam membumikan gagasan sehingga lebih menggena pada masyarakat bawah. Gagasan itu bisa berkontribusi pada pemenangan suara ketika mampu diserap oleh masyarakat.

"Kelemahan politik kita, parpol kita adalah membumikan gagasan. Maka gagasan itu baru bisa menang ketika dibumikan. Bagaimana gagasan itu bekerja di grass root," ujarnya.

Dalam KIB, hal senada terjadi. Gagasan PATEN yang bagus belum diturunkan menjadi program yang bisa dipahami dengan mudah oleh masyarakat.

"KIB itu masih di awang-awang, hanya menjadi wacana para pemikir. Tapi bagi pelaku dan masyarakat luas kayaknya kok belum terbumikan dengan bagus. Itu yang menurut saya bagaimana gagasan itu dibumikan dengan bagus dengan bahasa sederhana dan sebagainya," ubgkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Agus Tohamba

Tags

Terkini

X