Jumat, 28 Agustus 2026

Sultan Mendorong Inovasi Akulturasi Budaya Lokal

Photo Author
Sitti Asnawati, Rakyat Sultra
- Kamis, 26 Juni 2025 | 12:48 WIB
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menjadi pembicara kunci dalam acara Diskusi Panel Budaya, di Jakarta, Kamis (26/6/2025). Foto: Humas DPD RI
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menjadi pembicara kunci dalam acara Diskusi Panel Budaya, di Jakarta, Kamis (26/6/2025). Foto: Humas DPD RI

Jakarta,Rakyatsultra.id-  Ketua Dewan Perwakilan Daerah sultan B Najamudins menyampaikan bahwa modernisasi bukanlah sesuatu yang harus ditakuti dan ditolak, namun perlu diarahkan dan disikapi dengan bijak.

Menurut Sultan, diperlukan proses kolaborasi dan inovasi budaya melalui proses akulturasi budaya dan difusi teknologi secara terukur dalam menjaga dan meningkatkan daya tarik wisata budaya Sumatera Utara.

 

Demikian disampaikan Sultan saat menjadi pembicara kunci dalam acara Diskusi Panel Budaya dengan tema "Merawat Budaya Sumatera Utara di Tengah Arus Modernisasi" bersama ratusan alumni Universitas Sumatera Utara (USU) di Gedung Nusantara V MPR/DPR/DPD RI, Kamis (26/6/2025).

"Keaslian dan keberagaman budaya sebagai identitas lokal dan nasional harus terus dirawat di tengah kegemerlapan teknologi digital. Tentunya melalui inovasi akulturasi budaya dan difusi teknologi, baik pada sektor pendidikan, sistem pertanian, pelestarian seni budaya dan pemberdayaan komunitas adat," kata Sultan.

 

Menurutnya, hal itu bisa menjadi alat untuk meningkatkan nilai tambah budaya dan menyatukan keberagaman budaya nasional.

Dia mencontohkan bahwa di bidang pertanian pangan, masyarakat Sumut mengenal istilah "marsialapari", yakni sebuah tradisi agrikultur yang mempraktekkan nilai-nilai gotong royong antarsesama petani.

 
 

"Kami berpendapat, filosofi marsialapari atau gotong royong dari Sumatera Utara ini relevan dengan visi swasembada pangan presiden Prabowo Subianto saat ini," ucap mantan wakil gubernur Bengkulu itu.

Sultan mengatakan ajaran budaya marsialapari mendorong agar agenda swasembada pangan nasional harus dimulai dan didukung oleh semua elemen bangsa, terutama pemerintah daerah dan masyarakat petani di seluruh Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sitti Asnawati

Tags

Terkini

X