Paslon BerAmaL saat berkampanye di Desa Bobolio Kecamatan Wawonii Selatan, Senin (5/10/2020). Foto: Karim/Rakyat Sultra.
LANGARA - Masa kampanye terbatas pasangan calon (Paslon) Ir H Amrullah MT dan Andi Muh Lutfi SE MM dengan akronim BerAmaL memasuki hari ke sepuluh, kali ini paslon incumben itu menyambangi desa Bobolio Kecamatan Wawonii Selatan Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Senin (5/10/2020).
Desa yang dijuluki kampung BerAmaL itu siap mengantarkan Ir H Amrullah MT dan Andi Muh Lutfi SE MM pada 9 Desember mendatang menjadi bupati dan wakil bupati dua periode. Hal ini disampaikan langsung oleh tokoh masyarakat Bobolio, Muhtar di hadapan paslon dan simpatisan BerAmaL.
"Insyaallah akan kami perjuangkan Ir H Amrullah MT dan Andi Muh Lutfi SE MM untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati di periode selanjutnya," tegasnya menyampaikan.
Dia bilang, ada hal yang benar-benar membuat mereka bersemangat mendukung paslon BerAmaL, itu karena kepedulian terhadap pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap generasi di Pulau Wawonii.
"Dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan mereka (H Amrullah dan Andi Muh Lutfi) di periode pertama kami anggap sukses, terlebih lagi kepedulian terhadap anak-anak kita yang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi," bebernya.
Ini sambungnya merupakan program yang cukup luar biasa, karena nanti di kepemimpinan BerAmal baru ada hal semacam ini. Apalagi katanya semenjak H Amrullah MT dan Andi Muh Lutfi memimpin Konkep pembangunan semakin pesat.
"Sejak mereka memimpin, sudah banyak anak-anak kita yang menyelesaikan pendidikan mulai dari S1 hingga program doktor, itu karena program beasiswa. Makanya satu kali lagi saya sampaikan, mari kita antarkan mereka pada 9 Desember nanti untuk menjadi bupati dan wakil bupati di periode selanjutnya," ajaknya disambut dengan riuh tepuk tangan.
Hal yang sama juga disampaikan salah seorang tokoh Pemuda Bobolio, Pandi Priyono. Kata ia semenjak orang tuanya meninggal, cita-cita untuk melanjutkan pendidikan diperguruan tinggi, pupus.
"Sejak orang tua saya meninggal tahun 2015 lalu sudah tidak ada cita-cita saya untuk kuliah karena tidak ada harapan yang kita gantungkan agar kuliah," katanya.
Benar beasiswa Wawonii Cerdas ini kata Pandi, nominalnya Rp2,5 juta per semester, tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan mahasiswa. Dan memang tidak ada program beasiswa manapun di dunia ini yang mampu memenuhi seluruh kebutuhan mahasiswa.
"Angka dua juta lima ratus mungkin bagi orang lain bukan angka besar tapi bagi saya pribadi, allhamdulillah dari awal saya kuliah sampai semester akhir, di situ saya bergantung," katanya.
Bahkan tidak menutup kemungkinan kata kader HMI itu berkat beasiswa pula yang mengantarkan dirinya duduk di kursi presiden mahasiswa UHO saat ini.
"Bagaimana orang Wawonii ada yang punya kualitas, kalau sekolah saja tidak. Tapi hari ini setiap tahunnya merangkak naik, itu karena program beasiswa Wawonii cerdas," tandasnya. (r2/b/aji)