Jumat, 28 Agustus 2026

Pegiat Ormas, Sutamin Rembasa: Kendari Butuh Pemimpin Kolaborasi Politisi Birokrat dan Pengusaha Muda

Photo Author
Mahdar., Rakyat Sultra
- Jumat, 7 Juni 2024 | 21:28 WIB
ISaharuddin Ashari
ISaharuddin Ashari

KENDARI - Kota Kendari di masa-masa mendatang menghadapi permasalahan yang kian kompleks. Persoalan lapangan kerja dan penyerapan investasi dunia usaha serta tata kelola lingkungan adalah beberapa poin utama yang menjadi perhatian.

Seiring dengan proses suksesi kepemimpinan di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara ini, maka seorang kandidat calon wali kota yang berlatar belakang politisi dan birokrat harus cermat dalam menentukan calon wakil wali kota sebagai pasangannya.

Di samping untuk peningkatan elektabilitas juga untuk sinkronnya
kinerja membangun wilayah dan harmonisnya penyelenggaraan roda pemerintahan.

Hal ini menjadi perhatian khusus Sutamin Rembasa, S.Pd., M.Si selaku pemerhati dan pegiat ormas di Kota Kendari.

“Kita tidak ingin ke depan kepentingan masyarakat Kota Kendari untuk mendapatkan pelayanan yang maksimal menjadi terkorbankan hanya karena gontok-gontokan antara 01 dan 02 dalam hal kebijakan. Olehnya itu, perkawinan politik dalam suatu perhelatan pilkada harus benar-benar dicermati. Calon wali kota dalam menggandeng calon wakilnya harus dilandasi oleh kapasitas dan latar belakang personal. Karakter calon wakil yang berpotensi pembangkang dengan basic politisi murni harus dihindari, agar tidak terjadi disharmonisasi dalam perjalanan pemerintahan ke depan sehingga mengganggu pelayanan pada masyarakat,” ungkap Sutamin, Jumat (7/6/2024).

Sementara itu, Saharuddin Ashar (SAS) saat dikonfirmasi melalui A. Yunus Nonci selaku Ketua Tim Pemenangannya, mengutarakan harapan agar kepemimpinan Kota Kendari periode 2024-2029 merupakan konfigurasi antara sosok politisi birokrat yang sudah berpengalaman dengan pengusaha muda yang beranjak dari dunia usaha ril bukan kontraktor yang berharap dari proyek pemerintah setiap tahun.

Dia mencontohkan, figur Aksan Jaya Putra (AJP), selain kader andal partai juga sudah teruji sebagai anggota legislatif akan lebih klop jika berpasangan dengan Saharuddin Ashar (SAS) dengan background seorang entrepreneurship yang sukses di bidang usaha properti. Apalagi, kata Yunus, keduanya dari aspek genetika merupakan kombinasi perpaduan beberapa entitas besar dan komunitas di Kota Kendari.

“Tantangan untuk membangun Kota Kendari ke depan semakin kompleks. Dalam berbagai kesempatan Bung Saharuddin Ashar selalu mengungkapkan pandangannya kepada kami bahwa dengan berbagai permasalahan yang hadir di Kota Kendari sebagai konsekuensi perkembangan industri tambang dan aktivitas ekonomi lainnya," ujar Yunus.

Ia melanjutkan, permasalahan dukungan infrastruktur seperti jalan dan fasilitas publik yang mulai rusak dan menua. Di samping itu masalah lapangan kerja di perkotaan dan berbagai permasalahan sosial yang timbul, maka tugas kepala daerah dalam hal ini wali kota sangatlah berat, namun dengan dukungan wakil wali kota yang tepat, SAS yakin dengan gerak cepat dan tanggap dengan melibatkan unsur pemerintahan dan stakeholder lainnya.

"Insya Allah dalam lima tahun pertama pemerintahan hal itu dapat dimaksimalkan pencapaiannya,” papar Yunus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mahdar.

Tags

Terkini

MK Putuskan Sebagian PHPU Kabupaten Barito Utara

Senin, 24 Februari 2025 | 11:20 WIB

Terpopuler

X