pendidikan

SD Berdinding Papan, Satu Ruangan untuk Dua Kelas, SMP Gunakan Balai Adat

Sabtu, 8 Oktober 2016 | 09:47 WIB

"Setelah dijelaskan kelas satu kemudian dikasi mencatat, saya jelaskan lagi kelas dua setelah itu saya kasi mencatat lagi dan kemudian saya jelaskan lagi untuk kelas tiga," ujarnya, Kamis (29/9) lalu.

Sedangkan tenaga pengajar di SMPS ini hanya berjumlah enam orang dimana lima orang diantaranya hanya tamatan SMA.

"Guru yang berasal dari luar Desa Hukaea Laea yang mengajar di SMPS Hukaea Laea ini banyak yang mengeluh terlalu jauh, jalan tidak bagus, tidak ada lampu dan juga tidak ada jaringan hand phone celuler," ungkapnya.

Karena lulusan strata satu tidak ada yang mau mengabdi di Desa Hukaea Laea, sehingga tenaga pendidik didatangkan dari alumni SMA yang juga berdomisili di desa tersebut.

"Di Desa ini hanya saya yang sarjana S1, yang lain hanya tamatan SMA, dari pada tidak ada yang mengajar lebih baik kita berdayakan walaupun tamatan SMA," katanya.

Namun, satu kendala disaat musim panen tiba. Jika musim panen tiba dirinya sulit mengajak siswa untuk bersekolah. Hal ini dikarenakan para siswa sibuk membantu orang tua mereka di sawah maupun di kebun.

Bukan hanya siswa, jika masa panen tiba, disini guru SMP yang notabenenya hanya lulusan SMA juga ikut memanen hasil pertanian atau perkebunan. Hanya saja, para guru tersebut menggunakan sistem shif untuk mengaturnya agar siswa yang datang ke sekolah bisa mendapat pengajaran dari guru.

Selama mengabdi di Desa Hukaea Laea, Djalil juga pernah merasa jenuh dan ingin berhenti. Akan tetapi, dengan melihat semangat yang begitu tinggi yang dimiliki anak-anak di Desa Hukaea Laea dalam menimba ilmu sehingga dirinya kembali bersemangat untuk mengajar.

"Walau pun hujan emas dikampungnya orang dan hujan batu di kampung ini kami tetap memilih tinggal dan mengabdi dikampung ini," imbuhnya.

Dengan kondisi sekolah yang memprihatinkan sehingga pihak guru menginginkan adanya pengadaan gedung sekolah sehingga 40 siswa di SMPS Laea itu bisa belajar dengan nyaman. **

 

Halaman:

Tags

Terkini

Gen Z Jadi Tantangan Baru pembinaan Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB