Jumat, 28 Agustus 2026

Pemprov-PSF Lakukan Pengembangan Program Kerja Sama Bidang Pendidikan

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Jumat, 5 Agustus 2022 | 15:52 WIB
Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse saat menyerahkan dokumen lahan pembangunan SMA Kurikulum Internasional yang berasrama di Kota Baubau, Kamis (4/8), bertempat di Kantor Gubernur Sultra.
Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse saat menyerahkan dokumen lahan pembangunan SMA Kurikulum Internasional yang berasrama di Kota Baubau, Kamis (4/8), bertempat di Kantor Gubernur Sultra.

KENDARI, rakyatsultra.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Putera Sampoerna Foundation (PSF) tidak hanya melanjutkan program kerja sama yang telah ada selama ini, namun juga melakukan pengembangan terhadap potensi-potensi yang bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui bidang pendidikan, salah satunya pembangunan kurikulum internasional yang berkedudukan di Kota Baubau dan pegembangan pusat belajar guru atau teacher learning center di Kota Kendari.

Keseriusan tersebut, selain ditunjukkan dengan kehadiran The President Sampoerna University, Dr Marshall Schott di Provinsi Sultra, juga dilakukan penandatangan MoU antara Pemerintah Provinsi Sultra yang diwakili oleh Pj Sekda Pemprov Sultra, Drs Asrun Lio, M.Hum., Ph.D  bersama Putra Sampoerna Foundation yang diwakili oleh Head of Goverment Relation of Putera Sampoerna Foundation, Mutmainna Syahril, Kamis (4/8), bertempat di Kantor Gubernur Provinsi Sultra. Turut disaksikan oleh Kepala BPKAD Provinsi Sultra, Drs Basiran MSi, Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse, dan Kabid Perencaan dan Penganggaran Dikbud Sultra.

Pj Sekda Pemprov Sultra, Drs Asrun Lio, M.Hum., Ph.D yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, mengatakan dalam program kerjasama kali ini bersama PSF, terdapat perubahan pola yang terjadi khusus di internal Pemprov Sultra dengan melibatkan BPKAD, Dikbud Sultra, dan Biro Kesejahteraan Rakyat, utamanya terkait penganggaran beasiswa Sampoerna.

"Jadi terdapat perubahan sistem, yang sebelumnya beasiswa ini ditangani oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, kini tidak lagi karena telah beralih ke Kesra. Dan perubahan sistem ini juga melibatkan BPKAD  Provinsi Sultra. Hal ini sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah, dimana Dikbud hanya berwenang terhadap SMA, SMK, dan SLB. Sedangkan beasiswa S1 kategori pendidikan tinggi dialihkan ke Kesra," ucap Akademisi Asal Morenene Bombana ini.

Selain perubahan sistem, lanjutnya, pihaknya juga tengah mengusulkan skema kerjasama pembiayaan tiga banding dua, yakni tiga pembiayaan oleh PSF dan dua lagi oleh Pemprov Sultra. Kerjasama sebelumnya, terdapat 10 siswa asal Sultra yang lolos dalam program beasiswa sampoerna dengan skema pembayaran lima oleh pihak PSF dan lima lagi oleh Pemprov Sultra.

Dengan demikian, masih dia, kerjasama yang dilakukan Pemprov Sultra bersama Putra Sampoerna Foundation yakni terkait beasiswa S1 sebanyak 10 siswa, pegembangan pusat belajar guru atau teacher learning center di Kota Kendari, dan pelaksanaan sekolah berasrama SMA bertaraf internasional di Kota Baubau.

"Jadi pertemuan Pemprov Sultra bersama pihak PSF dalam rangka pembahasan progress kerjasama dan rencana pengembangannya. Salah satunya adalah pembangunan SMA Kurikulum Internasional berasrama di Kota Baubau. Cikal bakal sekolah ini telah dilaksanakan dengan nama SMAN 7 Baubau dan masih menggunakan gedung SMPN 1 Baubau, dimana sudah melaksanakan rekruitmen siswa sejak tahun pelajaran 2021/2022 dan 2022/2023. Jadi sudah beroprasi sejak tahun lalu," tutur lulusan S3 The Australian National University Canberra ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Gen Z Jadi Tantangan Baru pembinaan Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB
X