Tim Unsultra saat sedang membuat aspal dengan bahan tambah limbah pecahan keramik. Foto: Dirma/Rakyat Sultra.
KENDARI - Mahasiswa Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) terus menunjukan kualitasnya disetiap ajang dan even yang diikutinya.
Baru-baru ini Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) Unsultra kembali meraih juara harapan dua pada ajang Lomba Aspal Nasional dengan tema "Pemanfaatan Bahan Ramah Lingkungan Sebagai Alternatif Pembuatan Campuran AC-WC", yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta beberapa waktu lalu.
Rektor Unsultra, Prof. Andi Bahrun mengungkapkan, dia sangat bangga karena para mahasiswa Unsultra terus menunjukkan eksistensi dan kualitas di tingkat nasional. Pencapaian yang ditujukan oleh mahasiswa teknik sipil adalah sebuah progres yang sangat baik untuk kedepannya. Tentunya pihaknya akan terus mendukung berbagai gebrakan dan inovasi dari seluruh mahasiswa.
Lanjutnya, Unsultra mempunyai tagline tiada hari tanpa inovasi, untuk itu ia selalu menekankan kepada para mahasiswa agar
terus melahirkan inovasi-inovasi yang dapat menjadi sebuah terobosan yang bermanfaat bagi daerah bangsa dan negara. Untuk itu dengan prestasi yang ditorehkan ini, bisa menjadi contoh dan acuan bagi fakultas dan mahasiswa lain, agar bisa berkarya melakukan berbagai riset, dan pengembangan yang tentunya bermanfaat bagi banyak orang.
"Semoga ini menjadi awalan baik bagi seluruh mahasiswa, dan dosen dari seluruh fakultas, untuk bisa berbuat yang lebih baik. Karena dengan berbagai kreativitas dan inovasi yang dilahirkan dari taman-taman akan membuat Unsultra menjadi lebih berkualitas dan besar. Sehingga harapan besar kami, semua bisa meraih prestasi dibidang keilmuannya masing-masing, mulai dari tingkat lokal, nasional dan bahkan global. Dan tentunya pihak kampus akan mengfasilitasi semua kebutuhan yang dibutuhkan, selama itu untuk pengembangan trihdarma," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu peserta Lomba Aspal Nasional, Andriyanti Nurddin menjelaskan, pihaknya sangat bersyukur dapat mengikuti dan meraih juara pada lomba tingkat nasional. Melalui lomba ini mereka mendapat sebuah ilmu yaitu memanfaatkan limbah atau sampah menjadi bahan bantu pembuatan Aspal.
Lanjutnya, dalam lomba tersebut timnya memanfaatkan limbah pecahan keramik, yang dimana masih sangat banyak terdapat di daerah Sultra. Pada saat lomba, timnya membuat aspal dengan sebanyak 1.200 geram, dimana 5 persenya itu adalah limbah pecahan keramik, tentunya ini sebuah inovasi baru yang ditemukan, dan Alhamdulillah dengan ide dan karya tersebut, mereka berhasil meraih juara harapan kedua.
"Kami berharap inovasi ini bia terus dikembangkan untuk kedepannya, sehingga temuan yang kita lakukan ini, bisa digunakan. Untuk itu, kita minta dukungan dari seluruh stakeholder, agar bisa memberikan kami akses yang lebih, untuk bisa terus kembangkan penelitian kami ini," pungkasnya. (cr5/b/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:28 WIB
Kamis, 30 Juli 2026 | 19:52 WIB
Rabu, 1 Juli 2026 | 19:00 WIB
Jumat, 22 Mei 2026 | 20:51 WIB
Selasa, 5 Mei 2026 | 20:03 WIB
Kamis, 23 April 2026 | 20:14 WIB
Senin, 5 Januari 2026 | 09:19 WIB
Rabu, 24 Desember 2025 | 09:11 WIB
Selasa, 23 Desember 2025 | 12:33 WIB
Selasa, 23 Desember 2025 | 08:47 WIB
Senin, 22 Desember 2025 | 10:25 WIB
Kamis, 18 Desember 2025 | 09:03 WIB
Rabu, 17 Desember 2025 | 09:12 WIB
Selasa, 16 Desember 2025 | 09:09 WIB
Jumat, 12 Desember 2025 | 08:27 WIB
Kamis, 11 Desember 2025 | 10:28 WIB
Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB
Jumat, 5 Desember 2025 | 09:31 WIB
Jumat, 28 November 2025 | 09:22 WIB
Selasa, 25 November 2025 | 08:33 WIB