Jumat, 28 Agustus 2026

Dikbud Sultra Terus Berperang Melawan Covid-19

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Selasa, 9 Juni 2020 | 16:12 WIB
Asrun Lio   KENDARI - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra terus menerus melakukan perlawanan terhadap virus corona desease atau covid-19. Ditandai dengan peluncuran (launching) penyuluhan dan pencegahan penyakit menular dan wabah dalam lingkup pendidikan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, H Ali Mazi, Senin (8/6) di Rumah Jabatan Gubernur Sultra. Di saat bersamaan, Dikbud Sultra juga menerima 300 ribu masker dan 1.000 westafel portabel untuk dibagikan kepada seluruh siswa dan guru SMA/SMK dan SLB se-Sultra. Pembagian ini menandakan bahwa Dikbud Sultra siap menjalankan kehidupan tatanan baru atau new normal jika diberlakukan di Sultra. Menurut Plt Dikbud Sultra, Drs Asrun Lio M Hum, saat new normal nanti, setidaknya sekolah-sekolah tingkat SMA sederajat, sudah siap dengan protokol dasar kesehatan untuk mencegah covid-19 sesuai anjuran badan kesehatan dunia (WHO). "Jadi, mengapa kami memproduksi, membuat dan membagikan gratis 300 ribu masker kepada siswa dan guru, Dan juga membagikan 1.000 westafel portabel ke sekolah-sekolah menengah atas, karena penularan virus corona paling banyak menyebar melalui droplet atau tetesan yang masuk ke mata, hidung dan mulut yang dibawa oleh jari. Maka dari itu, penggunaan masker kain tiga lapis serta cuci tangan sangat penting untuk mencegah penyebaran covid-19," katanya dalam live talk show dengan tema rencana implementasi new normal lingkup pendidikan di Sultra, Senin (8/6/2020). Talk Show Dikbud Sultra tentang rencana implementasi new normal lingkup pendidikan Sultra   Tentang new normal dalam masa pandemi ini, Asrun Lio menyebut tidak ada pilihan lain, apakah bertahan seperti saat ini atau berdampingan dengan covid. "Kalau pendidikan, mungkin masih bisa menjalankan proses belajar dan mengajar dari rumah. Tetapi sektor lain seperti bisnis, tidak bisa terus menerus seperti ini," katanya. Maka, datanglah istilah dunia baru atau New Normal. Apa itu? Menurut Asrun Lio, semua harus bisa bergerak saat tatanan hidup baru ini diberlakukan. Dunia pendidikan bergerak seperti biasa, dunia bisnis bergerak, sektor formal dan informal harus terus bergerak. "Tetapi tidak melupakan protokol kesehatan. Paling sederhana adalah selalu cuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Karena itu kata Asrun Lio, Dikbud Sultra penyediaan westafel portable ini penting untuk selolah-sekolah," ucapnya. Setelah menerima secara resmi 300 ribu masker dan 1.000 westafel portabel dari Gubernur Sultra, Dikbud Sultra akan turun ke kabupaten/kota untuk menyerahkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan masing-masing daerah, sebelum diteruskan ke sekolah-sekolah. Soal proses belajar-mengajar di sekolah, Asrun Lio mengaku, Dikbud Sultra akan melihat kondisi daerah masing-masing. "Kita akan melihat status daerah tersebut. Zona hijau atau merah. Tetapi, Dikbud Sultra tidak akan mengambil risiko. Dari pada sekolah menjalankan proses belajar-mengajar tetapi was-was, lebih baik tetap seperti saat ini. Belajar dari rumah hingga semua benar-benar normal kembali. Lebih baik mencegah dari pada menambah orang-orang yang terpapar covid-19," jelasnya. (aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Gen Z Jadi Tantangan Baru pembinaan Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB
X