Jumat, 28 Agustus 2026

789 Calon Wisudawan UMK Ikuti Pendidikan Softskill

Photo Author
Administrator, Rakyat Sultra
- Sabtu, 24 September 2016 | 13:43 WIB

Ketgam : Seminar Softskill dan Kewirausahaan bagi 789 calon wisudawan UMK, Jumat (23/9). KENDARI- Menghadapi dunia kerja, seseorang tidak hanya dilihat dari segi akademik saja, tetapi juga diperlukan namanya keahlian, komunikasi yang cakap, ditambah kepercayaan diri yang tinggi. Untuk itu, Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) mengadakan seminar Softskill dan Kewirausahaan bagi 789 calon wisudawan. Dimana, kegiatan ini menghadirkan pembicara dari luar, yakni Yanti Rubiyanti MPsi selaku Psikolog dan juga dosen di Universitas Padjajaran. "Kegiatan ini diharapkan, mampu meningkatkan kualitas, potensi serta kepercayaan diri para alumni khususnya ketika terjun langsung ke masyarakat. Tentunya mereka diharapkan bisa bekerja sesuai bidangnya," jelas Kepala Career Development Center UMK, Ary Tamtama SPi, Jumat (23/9). Ary yang juga Ketua Pelaksana Kegiatan, mengatakan, seminar softskill dan kewirausahaan ini baru pertama kali diadakan pihak kampus. Kedepan, pihaknya menginginkan acara tersebut tidak hanya diadakan bagi para calon wisudawan tetapi juga bagi mahasiswa aktif. "Selain Yanti Rubiyanti, kita juga menghadirkan CHC Strategic and Development Div Kalla Group Syamril MPd. Acara ini berlangsung hingga dua hari, hingga Sabtu 24 September 2016 besok (hari ini)," katanya. Dirinya memaparkan, jumlah wisudawan sebanyak 789 dari program S1 dan terdiri dari delapan fakultas. Dia, menginginkan, kedepan para alumni ini tidak hanya menjadi para pencari kerja tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja. Sementara itu, Psikolog Yanti Rubiyanti MPsi menuturkan, dalam perubahan diri seseorang, baik itu untuk jangka waktu panjang maupun pendek, pada umumnya diakibatkan karena dua hal. Seperti, bertemu seseorang yang mampu memengaruhi hidup, atapun karena membaca buku. Serta adanya impian yang ingin dicapai. "Tetapi ada banyak yang hal bila kedepan ingin impian kita tercapai. Misalnya saja, tidak menunda pekerjaan, mampu mengatur waktu, dan komunikasi. Intinya, diperlukan adanya manajemen untuk diri sendiri atau mampu mengatur diri sendiri," terang dia. (m2/b/alp)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Gen Z Jadi Tantangan Baru pembinaan Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB
X