KENDARI - Dari 895 siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP), 289 diantaranya belum terealisasi meskipun dananya telah tersedia di bank. Sedangkan 606 lagi sudah melakukan proses pencairan.
Kasi SMK Dikbud Kendari, Muchdar Alimin, Selasa (13/9) mengatakan, masih adanya siswa yang belum menerima anggaran PIP dikarenakan sekolah terkendala dalam mengumpulkan tanda tangan siswa sebagai bukti kuasa.
Ditambah lagi, lanjutnya, kelas XII yang lalu telah lulus pada Juni 2016, sehingga pengumpulan tanda tangan sedikit terhambat.
"Untuk diketahui, anggaran PIP diterima langsung oleh siswa. Tetapi agar lebih efesien dan juga tidak menghambat proses belajar kami menyarankan agar anggaran itu diwakilkan oleh pihak sekolah dalam hal ini Kepala Sekolah, dengan catatan mereka harus mengantongi surat rekomendasi dari dinas dan surat kuasa dari siswa," jelasnya.
Itulah, masih Muchdar, diperlukan tanda tangan siswa, karena akan sangat repot jika siswa sendiri yang mengantri di bank untuk mengambil anggaran tersebut. Siswa penerima PIP berasal dari 16 sekolah, diantaranya SMKN 2 Kendari, SMKN 4, SMK 5 dan 6 Kendari.
"Sementara untuk SMK 3 dan 1 Kendari juga masih dalam tahap proses pencairan anggaran," katanya.
Untuk anggarannya sendiri, sambung dia, berjumlah Rp 1 juta bagi kelas X dan XI, sedangkan kelas XII sebanyak Rp 500 ribu. Adanya perbedaan anggaran yang diterima karena Kelas XII karena siswanya itu sudah lulus pada Juni kemarin.
"Jadi mereka yang menerima PIP itu sudah naik kelas. Sementara yang kelas XI sekarang masih dalam pendataan atau pengusulan," terang dia.
Dia, menambahkan, pencairan anggaran dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan negara. Sedikit catatan, tutur Muchdar, bagi siswa yang belum mendapat atau memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) masih bisa terima anggaran PIP.
"Dimana, siswa yang tidak mampu ini tinggal memberikan surat keterangan tidak mampu. Terkait kuota, PIP sama sekali tidak dibatasi dengan kuota tergantung sekolah mendata siswanya," tandasnya. (m2/b/put)