Jumat, 28 Agustus 2026

Kementerian PPPA Dukung Pemblokiran Jika Roblox Terbukti Negatif

Photo Author
Sitti Asnawati, Rakyat Sultra
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 12:02 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi. (ANTARA/Anita Permata Dewi).
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi. (ANTARA/Anita Permata Dewi).

 Jakarta, Rakyatsultra.id - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyebutkan pihaknya mendukung wacana pemblokiran gim Roblox.

Arifah mengakui bahwa banyak pengaduan dari masyarakat untuk memblokir game yang belakangan viral tersebut.

 

Walau begitu, Arifah mengatakan jika masih bisa diperbaiki akan jauh lebih baik.

 

"Mungkin kalau masih bisa diperbaiki, bisa diperbaiki itu akan lebih baik, tapi kalau memang sudah dinilai sangat mengganggu dan berdampak negatif, ya ada baiknya mungkin ditutup atau diblokir ya,” ucap Arifah dikutip, Selasa (19/8).

Untuk itu, Kementerian PPPA bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Komunikasi dan Digital saat ini masih mengkaji dampak dari Roblox.

“Kami lihat dulu lah, dikaji dulu," kata dia.

 

Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama menyoroti sejumlah dampak negatif, salah satunya anak-anak yang bermain gim Roblox cenderung menjadi malas dan lupa waktu.

"Terutama untuk anak-anak ya, karena kalau kita lihat mereka tuh sampai lupa aktivitas yang lainnya karena terfokus pada game itu," tuturnya.

Tak hanya itu, unsur kekerasan dalam Roblox juga dinilai sangat berbahaya bagi anak-anak.

 

"Lalau sesuatu yang berdampak pada menimbulkan kekerasan itu sangat membahayakan, karena anak-anak kita ini kan kadang belum bijak dalam menggunakan gadget ya," tambah Arifah.

Sebelumnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak agar pemerintah memblokir sejumlah gim online yang mengandung unsur kekerasan karena berpotensi membahayakan anak-anak.

 

Anggota KPAI pengampu kluster anak korban kekerasan fisik psikis, Diyah Puspitarini menyatakan setuju jika pemerintah memblokir beberapa gim online yang mengandung unsur kekerasan.

Dia mengungkapkan, pada 2023, KPAI pernah bersurat kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika agar memblokir gim online yang mengandung unsur kekerasan dan judi online.

"KPAI pernah bersurat kepada Kemkominfo untuk pemblokiran gim online yang mengandung unsur kekerasan dan judi online. Salah satunya yang mengandung unsur kekerasan, Roblox, Free Fire," kata Diyah Puspitarini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sitti Asnawati

Tags

Terkini

Gen Z Jadi Tantangan Baru pembinaan Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB

Terpopuler

X