Raha, Rakyatsultra.id - Tim dosen Universitas Halu Oleo (UHO) dari berbagai bidang kimia, farmasi, dan biologi melakukan terobosan dalam pemberdayaan masyarakat lewat inovasi teknologi tepat guna. Mereka menggandeng Industri Rumah Tangga (IRT) Zayt Mufid di Kelurahan Foo Kuni, Kabupaten Muna, untuk meningkatkan kualitas Virgin Coconut Oil (VCO) sekaligus mengolahnya menjadi produk skincare-bodycare berbasis bahan alami.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Ketua Tim PKM dari F.MIPA Universitas Halu Oleo Dr. La Ode Ahmad Nur Ramadhan, S.Si., M.Si, dan beranggotakan Prof. Dr. Nur Arfa Yanti, S.Si., M.Si, serta Dr. Irnawati, S.Si., M.Sc. Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan kegiatan hasil konsolidasi awal yang telah dilakukan pada tanggal 14 Juni 2025 yang lalu.
Kali ini tim PKM melakukan kegiatan berupa Peningkatan Kualitas VCO dan Formulasi Organic Skincare-Bodycare pada Industri Rumahan di Rumah Produksi Zait Mufid Kelurahan Foo Kuni, Kabupaten Muna, Jumat (18/7).Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA hingga 16.30 WITA ini.
Pimpinan rumah produksi Zayt Mufid Hj. Wa Ode Sitti Suriati, mengatakan selama ini produksi VCO dilakukan dengan metode tradisional sehingga hasil produksi relatif kecil dan dilakukan dalam waktu yang lama. Olehnya itu adanya pelatihan ini diharapkan dapat menjadi titik awal peningkatan kualitas dan hasil dari produksi VCO zayt Mufid.
Dr. La Ode Ahmad Nur Ramadhan, menilai mitra IRT selama ini mengolah VCO secara tradisional, sehingga produk yang dihasilkan belum memenuhi standar mutu nasional salah satunya masih mengandung banyak kadar air.
“Melalui program ini, kami memperkenalkan teknologi mesin sentrifugal agar VCO yang dihasilkan lebih murni, jernih, dan stabil secara kimia,” jelasnya.
Menurutnya, selain untuk mempercepat proses pemisahan VCO dengan air dapat menggunakan enzim papain.
Prof. Dr. Nur Arfa Yanti mengatakan Enzim papain merupakan enzim proteolitik yang diperoleh melalui proses isolasi dari getah buah pepaya. Fungsinya untuk memecah lipoprotein dalam santan kelapa sehingga dengan bantuan enzim papain minyak mudah terpisah dan hasilnya lebih jernih.
Salah satu peserta pelatihan pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO), Suriati mengungkap pengalamannya dalam memproduksi VCO menggunakan metode baru yang dipelajari selama pelatihan.
“Selama ini saya membuat VCO secara tradisional, yaitu menyimpan santan selama 24 jam agar minyaknya keluar dan dapat diproses. Namun setelah mengikuti pelatihan ini, saya mengetahui ada cara yang lebih modern yaitu menggunakan alat sentrifugal dan berbantuan enzim papain,” ujarnya.
Menurutnya metode baru ini sangat membantu karena prosesnya jadi lebih cepat dan hanya dalam waktu 2 jam telah berhasil memperoleh VCO yang lebih banyak dari cara yang konvensional.
"Dengan teknologi ini, saya merasa produksi VCO di rumah produksi Zayt Mufid dapat lebih efisien dan berkualitas,” katanya.
Dr. Irnawati, mengatakan selain ditingkatkan kualitasnya, VCO nya juga diformulasikan menjadi tiga varian produk perawatan kulit seperti sabun batang biasa,sabun kefir, serta sabun batang nano ZnO-ekstrak kulit manggis sehingga berpotensi memiliki sifat antioksidan dan antimikroba tinggi.
Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari program Diktisaintek dan perguruan tinggi berdampak.