KENDARI, rakyatsultra.id - Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari kembali mencetak 377 alumni yang terdiri dari 8 Fakultas dalam acara wisuda ke-26 dan merupakan bagian dari rangkaian milad ke-22 UM Kendari yang dilaksanakan di Hotel Azizah Syariah Kendari, Kamis (30/11)
Dalam acara wisuda tersebut dihadir langsung Pj Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Komjen Pol (P) Dr (HC) Andap Budhi Revianto SIK MH, Wakil Bendahara Majelis Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Mahfud Sholihin MAcc PhD, dan Rektor UM Kendari Prof Dr Ir H Muhammad Nurdin MSc IPU ASEAN Eng
Pj Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto menyampaikan bahwa mahasiswa UM Kendari adalah aset yang sangat bernilai untuk membangun Sultra. Ia tentunya berharap banyak kepada mahasiswa UM Kendari untuk bersama-sama bangun Sultra. Ditengah alokasi waktunya yang cuma 1 tahun, ia berusaha meletakan dasar untuk pembangunan Sultra yang semakin baik.
Ia juga minta bantuan kepada UM Kendari untuk membuat data desa dan kelurahan yang presisi di Sultra dan agar berjalan dengan sustainable program dan rancangan peraturan daerah bersama dengan DPRD. Tentu kalau dari sivitas akademika UM Kendari sependapat ada satu kebijakan untuk membangun Sultra untuk lebih baik lagi.
"Saya menitip pesan kepada adik-adik wisudawan dan wisudawati, apa yang bisa kita berikan kepada Negara kita, jangan bertanya apa yang bisa Negara berikan kepada diri kita. Untuk itu saya ucapkan selamat datang di dunia yang baru, selamat mengiplementasikan pengabdian adik-adik sekalian, tunjukan bahwa kalian adalah insan Sultra yang luar biasa," tuturnya.
Rektor UM Kendari Prof Dr Ir H Muhammad Nurdin mengatakan bahwa dirinya berbangga dan senang sekali dapat bersama dengan dosen dan tenaga kependidikan UM Kendari, yang punya semangat juang yang tinggi dan berfastabiqul khairat, memiliki integritas yang baik, memeiliki kejujuran yang bagus sehingga ini menjadi modal dasar untuk terus dijaga untuk memberikan yang terbaik untuk UM Kendari.
Sambungnya, ia menyampaikan pesan kepada wisudawan UM Kendari bahwa kunci kebahagiaan menurut Ali Bin Abi Thalib, yakni jangan pernah membenci siapapun. Selain itu, jangan putus doa bagi saudara mukmin karena doa adalah senjata terkuat bagi seorang mukmin, jika seseorang meninggal dunia maka terputuslah amalannya, kecuali tiga perkara yaitu sedekah jariyahnya, ilmu yang dimanfaatkan dan doa anak yang Sholeh.
Lanjutnya, kemudian perbanyaklah memberi walaupun anda sedang susah, memberi disini sangatlah luas artinya, sesame manusia memang haruslah saling mengulurkan tangan. Bukan malah menyembunyikan tangan, memberi dapat dilakukan seperti memberi sebuah Ilmu yang dimiliki, sedekah uang maupun tenaga, indahnya berbagi itu tidak akan mengalahkan segalanya.
"Yang terakhir saya berpesan agar tetap tersenyum walau hati sedang menangis, dan bersyukurlah jika kita masih diberikan kesempatan tersenyum disaat kita menangis, karena hal ini akan membawa energi positif bagi diri sendiri, kita sadar masalah tersebut akan dapat kita atasi dengan bantuan dari sang pencipta. Jadi tersenyumlah semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat, ikhlas, sabar, bersyukur serta istiqomah dalam ketaatan utamanya dalam menyebarkan berita-berita gembira UM Kendari," tuturnya. RS